Ilustrasi kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes). (JIBI/Semarangpos.com/Dok.) Ilustrasi kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes). (JIBI/Semarangpos.com/Dok.)
Rabu, 2 Agustus 2017 22:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

KAMPUS DI SEMARANG
Emoh Dikritik, Unnes Kriminalisasi Mahasiswa

Kampus di Semarang, Universitas Negeri Semarang (Unnes), tak sungkan mengkriminalisasi mahasiswa yang mengkritik soal uang kuliah tunggal (UKT).

Solopos.com, SEMARANG — Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang mestinya menjadi lembaga pendidik memilih mengkriminalisasi mahasiswanya yang mengumbar kritik kebijakan uang kuliah tunggal (UKT) di kampus perguruan tinggi negeri di Semarang itu.

Dua mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) Julio Belnanda Harianja dan Harist Achmad Mizaki dilaporkan ke polisi menyusul unggahan mereka di media sosial yang mengkritik penerapan uang kuliah tunggal (UKT) di kampus mereka. Polrestabes Semarang, Rabu (2/8/2017), memeriksa Julio Belnanda sebagai terlapor dalam perkara tersebut.

Setelah diperiksa, Julio mengaku dicecar sekitar 20 pertanyaan. “Ditanya seputar unggahan di Facebook itu,” katanya.

Menurut dia, unggahan di Facebook yang menyindir sosok Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi itu sebagai bentuk curahan hati atas kondisi yang terjadi saat ini. “Itu bentuk ekspresi, curahan hati kami,” tambahnya.

Julio sendiri mengaku heran dengan kasus yang menimpa dirinya bersama rekannya itu. Salah satu keanehan itu, menurut dia, laporan ke polisi dilakukan oleh koordinator keamanan kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) atas perintah pihak rektorat.

Otoritas Unnes juga diduga melakukan intimidasi terhadap orang tua kedua mahasiswa yang dilabeli pucuk pimpinan lembaga pendidikan itu sebagai terlapor tersebut. Atas curahan hati mahasiswa Unnes yang dikriminalisasi almamaternya itu, Julio meminta polisi tidak melanjutkan proses hukum perkara tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…