Samuel Kim (Allkpop) Samuel Kim (Allkpop)
Rabu, 2 Agustus 2017 17:10 WIB Septina Arifiani/JIBI/Solopos.com Issue Share :

K-POP
Gagal Jadi Anggota Wanna One, Samuel Menangis dan Mengunci Diri

Samuel menangis saat tidak menjadi bagian dari Wanna One.

Solopos.com, SEOUL – Produser Brave Brothers melakukan wawancara eksklusif sebelum Samuel Kim debut. Selama wawancara ia menceritakan kesedihan Samuel yang tidak bisa menjadi bagian dari grup Wanna One.

Brave Brother mengatakan Samuel berusaha dengan keras menyembunyikan kesedihannya. Air matanya tumpah saat ia berada di rumah. Sang ibu menceritakan kesedihan yang dialami anaknya kepada Brave Brother.

“Samuel kesal karena tidak bisa menjadi bagian dari Wanna One, tapi ia mencoba tidak menunjukkannya. Aku mendengar ini dari ibunya. Di rumah, ia mengurung diri di kamar mandi, menyalakan keran wastafel, dan menangis,” kata Brave Brother sebagaimana dilansir Allkpop, Rabu (2/8/2017).

Mendengar Samuel menangis Brave Brother juga merasa sangat sedih, tapi ia sadar tak bisa melakukan apapun. Samuel dikatakan olehnya, sudah berpikiran dewasa kendati usianya masih 16 tahun.

“Dia mungkin masih muda, tapi ia sudah dewasa dan memikirkan orang-orang di sekitarnya, dia tidak pernah menunjukkan bahwa ia lelah,” lanjutnya.

Tentang album mini Samuel, Brave Brother mengatakan sudah mempersiapkannya selama dua tahun. Impian besar pun dipanjatkan agar Samuel bisa menjadi salah satu bintang pop dunia layaknya Chris Brown.

“Kami tidak ingin terburu-buru setelah ia menjadi bintang di Produce 101. Anda bisa membayangkan debut bintang pop Chris Brown melalui debut Samuel,” kata Brave Brother.

Album mini Samuel, Sixteen rilis pada Rabu (2/8/2017) hari ini pukul 16.00 waktu setempat. Setelah itu Samuel akan memulai berbagai promosi albumnya.

lowongan pekerjaan
BMT ALFA DINAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…