Puluhan hewan ternak diperjualbelikan di Pasar Legi Pengasih, Kulonprogo, Senin (28/12/2015). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja) Puluhan hewan ternak diperjualbelikan di Pasar Legi Pengasih, Kulonprogo, Senin (28/12/2015). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 2 Agustus 2017 16:55 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Jelang Iduladha, Pemantauan Ternak Lebih Intensif

Dinas Pertanian dan Pangan (PP) Kulonprogo mengintensifkan pemantauan kesehatan ternak

Solopos.com, KULONPROGO– Dinas Pertanian dan Pangan (PP) Kulonprogo mengintensifkan pemantauan kesehatan ternak, menjelang Idul Adha 1438 H, yang akan jatuh pada September mendatang.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Drajat Purbadi mengungkapkan, upaya pengawasan hewan kurban dilakukan oleh tim pemantau. Tim tersebut beranggotan Pemantauan dilakukan di tempat penampungan dan pelaksanaan pemotongan hewan kurban.

“Tim pemantau hewan kurban beranggotakan sekitar 150-an orang, meliputi dokter hewan, petugas kesehatan hewan, para kader kesehatan hewan, perangkat desa dan para mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM,” kata Drajat Purbadi, Selasa (1/8/2017).

Menurutnya, sekitar satu minggu sebelum Iduladha akan melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan ternak di tempat penampungan ternak. Hanya ternak dalam kondisi sehat yang boleh untuk hewan kurban. Selain itu, tim ini akan memantau teknik pemotongan hewan dan melakukan memeriksa daging kurban.

Berdasarkan pemantauan di 1.322 tempat pemotongan kurban, pada Idul Adha 1437 H/2016 lalu, terdapat 8.375 ekor ternak yang dipotong, terdiri dari sapi, kambing dan domba.

Dari hasil pemeriksaan total 2.262 daging sapi yang dipotong, sekitar 7,24% atau 171 di antaranya, positif terkena cacing hati. Sedangkan dari 1.777 ekor domba yang dipotong, ditemukan empat yang mengandung cacing pita. Dan terdapat sembilan kambing positif cacing pita dari total 4.236 kambing yang dipotong.

Bank Panin, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Sejarah ”Pahitnya” Garam Nusantara

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (1/8/2017). Esai ini karya M. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Gonjang-ganjing garam dalam beberapa pekan terakhir masih terasa. Pepatah ”bagai…