Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan penjelasan mengenai proyek pembangunan Underpass di Jatingaleh, Kota Semarang, Jateng melalui akun Instagramnya, Selasa (1/8/2017). (Instagram-@hendrarprihadi) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan penjelasan mengenai proyek pembangunan Underpass di Jatingaleh, Kota Semarang, Jateng melalui akun Instagramnya, Selasa (1/8/2017). (Instagram-@hendrarprihadi)
Rabu, 2 Agustus 2017 13:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

INFRASTRUKTUR SEMARANG
Proyek Underpass Jatingaleh Tak Kunjung Usai, Hendi Ngaku Di-bully

Infrastruktur berupa underpass di Jatingaleh, Kota Semarang yang tak kunjung selesai pembangunannya membuat wali kota angkat bicara.

Solopos.com, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi angkat bicara terkait pembangunan infrastruktur berupa underpass di Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) yang tak kunjung selesai. Melalui akun Instagramnya, @hendrarprihadi, Selasa (1/8/2017), wali kota yang akrab disapa Hendi itu mengunggah sebuah rekaman video yang memuat dirinya saat membicarakan pembangunan underpass Jatingaleh.

“Untuk yang menanyakan terkait proses pembangunan Underpass Jatingaleh – ini hasil dari komunikasi dengan Pemerintah Pusat yang memiliki kewenangan dalam pembangunannya – cc: @dyaharumityas @sitadepe @rizzal.oky @cha_ste @veronicaeaz,” tulis Hendi pada keterangan video. Sebelumnya, akun Instagram Hendi memang dibanjiri keluhan warganet terkait kemacetan lalu lintas di Jatingaleh.

Dalam video yang diunggah di akun Instagramnya itu, Hendi mengaku kerap di-bully karena pembangunan underpass Jatingaleh yang tak kunjung usai menyebabkan kemacetan lalu lintas. Ia juga menyatakan proyek pembangunan infrastruktur di salah satu kawasan rawan kemacetan lalu lintas di Kota Semarang itu diperpanjang dua bulan.

A post shared by Hendi ( Hendrar Prihadi ) (@hendrarprihadi) on

“Proyek itu [pembangunan underpass Jatingaleh] diperpanjang dua bulan, pasti ada konsekuensinya. Konsekuensi pertama dari administrasi, kontraktor harus harus membayar denda, pasti itu ada dendanya. Konsekuensi kedua, di lingkungan Kota Semarang sendiri, kemacetannya enggak selesai-selesai ini, dan pasti Pak Hendi ini setiap hari, setiap pagi, setiap sore di-bully dan di-sms terus,” ujar wali kota Semarang.

Meski orang nomor wahid di ibu kota Jateng itu sudah mengunggah video yang memuat pernyataannya tentang kejelasan proyek underpass Jatingaleh, sebagian warganet seakan-akan tak lelah untuk terus nyinyir mengeluh kepada sang wali kota. “Masih 2 bulan lagi ya Pak? Seng sabar ya yg macet2an, kita mah bisa apa,” tulis pengguna akun Instagram @yenininik.

Dyar 2 bulan neh wkwk @indriayur94 tuwo ning dalan,” timpal pengguna akun Instagram @oliviave107.

“Wah masih 2 Bulan lagi pak @hendrarprihadi? Berangkat-Pulang kerja macet-macetan lagi nih. #rindugombelyanglancar,” ungkap pengguna akun Instagram @andhika.adis.

Padahal, dalam video yang diunggah di media sosial Instagram itu, Hendi menegaskan bahwa proyek pembangunan infrastruktur itu adalah tanggung jawab pemerintah pusat, bukan pemerintah kota. “Meski itu proyek pusat enggak apa-apa lah. Saya bilang ‘saya akan terus me-monitoring‘,” pungkas wali kota Semarang yang memang aktif di media sosial itu. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Hotel Dinasty, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Sejarah ”Pahitnya” Garam Nusantara

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (1/8/2017). Esai ini karya M. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Gonjang-ganjing garam dalam beberapa pekan terakhir masih terasa. Pepatah ”bagai…