Jemaah calon haji menunggu jadwal keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Moch. Asim) Jemaah calon haji menunggu jadwal keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Moch. Asim)
Rabu, 2 Agustus 2017 21:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

HAJI 2017
2 Calhaj Asal Trenggalek dan Lamongan Wafat di RS Haji Surabaya

Haji 2017, dua calhaj meninggal karena sakit.

Solopos.com, SURABAYA — Dua calon haji (calhaj) asal Trenggalek dan Lamongan yang mengikuti proses embarkasi di Asrama Haji Sukolilo Surabaya meninggal dunia hari ini, Rabu (2/8/2017). Kedunya sempat dirujuk dan menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Haji Surabaya.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Tanjung Perak Surabaya, Muhammad Budi Hidayat, menyebutkan dua calhaj meninggal bernama Samsul bin Tasir usia 70 tahun asal Kedung Pring, Kecamatan Mayong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

“Seorang calon haji lainnya yang meninggal dunia hari ini adalah Sunyoto bin Satawi, 65 tahun asal Sukosari, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur,” ungkap dia.

Budi mengatakan Samsul bin Tasir masuk Asrama Haji Surabaya pada Selasa (1/8/2017) sore yang menurut jadwal keberangkatan ke Tanah Suci hari ini. “Tadi malam mengalami sesak napas di kamarnya, Asrama Haji Surabaya. Sempat dirujuk ke Rumah Sakit Haji Surabaya namun dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 02.30 WIB,” kata dia.

Jenazah Samsul bin Tasir tampak telah dibawa pulang oleh keluarganya pada pukul 09.15 WIB dan diinformasikan langsung dimakamkan pada hari ini juga.

Budi menyatakan Samsul bin Tasir memang tergolong calon haji berisiko tinggi yang secara medis terpantau memiliki riwayat penyakit paru obstruktif kronik dan hipertensi.

Sedangkan Sunyoto bin Satawi masuk Asrama Haji Sukolilo Surabaya bersama Kloter 9 pada 29 Juli lalu. “Rombongannya [Kloter 9] telah berangkat ke Tanah Suci pada 30 Juli namun Sunyoto pada hari itu harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Haji Surabaya karena riwayat penyakit malignant neoplasma tongue,” katanya.

Sunyoto, ungkap dia, dinyatakan meninggal dunia tadi pagi sekitar pukul 05.30 WIB.

Menurut Budi secara keseluruhan calon jamaah haji Embarkasi Surabaya yang meninggal dunia sampai hari ini terdata sebanyak enam orang. Dia memerinci, selain dua orang yang meninggal dunia saat proses embarkasi di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, tiga orang lainnya meninggal dunia di daerah asal sebelum berangkat ke Asrama Haji Sukolilo.

“Selain itu seorang calon haji atas nama Umi Nadhiroh Yunus Husein, usia 71 tahun yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Surabaya meninggal di Madinah pada 29 Juli lalu,” kata dia.

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…