Perempuan pencopet dihakimi warga bikin warganet salah fokus (Facebook) Perempuan pencopet dihakimi warga bikin warganet salah fokus (Facebook)
Rabu, 2 Agustus 2017 11:30 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Dihakimi Warga, Perempuan Copet Bikin Salah Fokus Gara-Gara Tak Pakai Celana

Perempuan yang disebut sebagai pencopet tertangkap warga kemudian diberi hukuman.

Solopos.com, SOLO –Belum lama ini beredar foto-foto pencopet yang ditangkap warga, pencopet yang berjenis kelamin perempuan itu tampak dijambak-jambak warga yang marah. Alih-alih mengomentari aksi main hakim sendiri itu, warganet malah fokus ke celana pencopet.

Berdasarkan penelusuran Solopos.com, Selasa (1/8/2017), foto pencopet perempuan yang disebut sebagai pencopet itu diunggah pengguna akun Facebook Portgaz D. Verry, Jumat (21/7/2017). “Ana sing kenal ora? Ayu-ayu copet,” tulis akun Portgaz D.Verry.

Dalam unggahan tersebut ada beberapa foto perempuan berkaus abu-abu merah dan berjaket biru muda. Ia tampak dikelilingin warga. Tangan si perempuan seperti memegang uang yang diduga hasil mencopet.

Perempuan tersebut tampak dipegangi warga, ada yang memegang tangan, kepala, hingga ada yang menjambak. Si perempuan tampak tak berdaya dan mencoba menutupi wajahnya.

Foto-foto tersebut sontak mengundang komentar warganet. Ada yang mengecam tindakan warga, namun ada juga yang mendukung. “Ya ampun, jangan main hakim sendiri lah, itu cewek kasihan. Kasih yang berwajib aja,” tulis akun Athin Momnyadede Albi.

“Di mana tuh? Jangan main hakim sendiri, langsung kantor polisi aja,” tulis akun Ephie Chainak Cellalue.

Terlepas dari komentar yang mengecam dan mendukung tindakan warga yang terkesan main hakim sendiri. Beberapa warganet malah salah fokus melihat si perempuan copet seperti tidak memakai celana. Di salah satu foto terlihat paha si perempuan pencopet seperti tak tertutup celana. Tato di paha kiri si perempuan tampak jelas di foto.

Iku pupue ana tattoe. Duh semono ayune. Aja digebugi melas,[Itu pahanya ada tatonya. Duh cantiknya, jangan dipukuli, kasihan,]” tulis Dodi Bismilla Bis Millah.

Di unggahan tersebut tidak diinformasikan detail tempat kejadian perkara. Namun, berdasarkan penelusuran dikolom komentar, aksi pencopetan itu tidak terjadi di Indoensia, namun di Thailand dan diduga terjadi akhir Juni 2017.

 

ADMINISTRASI PERKANTORAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kepada H.B. Jassin

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (31/7/2017). Esai ini karya Hanputro Widyono, editor buku Jassin yang Kemarin (2017) dan  berstatus mahasiswa di Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah hanputrowidyono@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Jassin…