Sejumlah siswa di MIM Bolong, Karanganyar, mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah mereka, Rabu (2/8/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos) Sejumlah siswa di MIM Bolong, Karanganyar, mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah mereka, Rabu (2/8/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Rabu, 2 Agustus 2017 17:35 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

5 Wali Murid MIM Bolong Karanganyar Tolak Imunisasi MR

Lima wali murid MIM Bolong, Karanganyar, menolak anak mereka diimunisasi MR.

Solopos.com, KARANGANYAR — Lima wali murid Madrasah Ibtidaiah Muhammadiyah (MIM) Bolong, Karanganyar, menolak anak mereka diberi imunisasi measles rubella (MR) oleh petugas kesehatan di sekolah tersebut, Rabu (2/8/2017) pagi.

Kelima wali murid itu beranggapan pemberian imunisasi MR tidak sesuai keyakinan agama yang mereka anut. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, petugas pemberi imunisasi MR dari Puskesmas Karanganyar mendatangi MIM Bolong, Karanganyar, Rabu pukul 08.00 WIB.

Total siswa yang akan diimunisasi MR di sekolah tersebut ada 325 anak. Dari jumlah tersebut, 13 siswa tidak mengikuti imunisasi karena sakit. Seorang siswa menunda imunisasi lantaran masih dalam tahap penyembuhan.

Sedangkan, lima siswa menolak diberi imunisasi MR. Penolakan itu menyusul sikap orang tua kelima siswa tersebut yang menganggap pemberian imunisasi MR tidak sesuai keyakinan agama mereka.

“Masing-masing wali murid yang menolak imunisasi MR itu sudah menyerahkan surat pernyataan bermeterai kepada kami. Surat pernyataan itu juga sudah kami kirim ke puskesmas juga. Siswa yang wali muridnya menolak imunisasi itu duduk di kelas III [empat orang] dan kelas IV [dua orang]. Lantaran ini terkait keyakinan, kami menyerahkan semuanya ke wali murid bersangkutan,” kata pembina unit kesehatan sekolah (UKS) MIM Bolong, Karanganyar, Tri Astuti, saat ditemui wartawan di sekolah tersebut, Rabu siang.

Salah seorang wali murid MIM Bolong, Larni, 40, mengaku tak tahu-menahu terkait beberapa wali murid yang menolak imunisasi MR. Sebagai orang tua, Larni justru menyarankan anaknya yang masih duduk di kelas I rutin mengikuti program imunisasi yang dilakukan pemerintah.

“Saya justru tak tahu kalau ada penolakan di sini. Soalnya, saya tiba di sekolah saat siang hari [hendak menjemput anaknya]. Bagi saya pribadi, saya sangat setuju dengan imunisasi karena agar anak kebal terhadap penyakit,” katanya.

Terpisah, Wakil Bupati (Wabup) Karanganyar, Rohadi Widodo, mengaku sudah mendengar adanya beberapa warga di Bumi Intanpari yang menolak imunisasi MR dari pemerintah pusat. Bahkan, politikus PKS itu mengaku sudah memetakan berbagai daerah di Karanganyar yang menolak program imunisasi.

“Saya akui di Karanganyar ada beberapa warga yang menolak imunisasi. Kami akan gencarkan sosialisasi pentingnya imunisasi ke warga yang berdomisili di beberapa daerah yang menolak imunisasi itu. Kami menilai program imunisasi ini sangat bermanfaat bagi anak. Jadi perlu diikuti,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, mengatakan beberapa warga yang menolak program imunisasi biasanya berada di kawasan pinggiran. Hal itu termasuk Tawangmangu, Jatiyoso, Jenawi, Ngargoyoso, Matesih, Karangpandan, dan Karanganyar.

 

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…