Pengelola jurnal Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo mengikuti workshop pengelolaan jurnal menuju jurnal terakreditasi nasional dan internasional di Ruang I, FKIP Univet Bantara Sukoharjo, Sabtu (29/7). (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos) Pengelola jurnal Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo mengikuti workshop pengelolaan jurnal menuju jurnal terakreditasi nasional dan internasional di Ruang I, FKIP Univet Bantara Sukoharjo, Sabtu (29/7). (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos)
Rabu, 2 Agustus 2017 16:15 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Pendidikan Share :

25 Tahun "Tidur", Lima Jurnal Univet Bantara Sukoharjo Dibangkitkan

Univet Bantara Sukoharjo membahas jurnal penelitian.

Solopos.com, SUKOHARJO — Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar Workshop Jurnal Online Terakreditasi di Ruang I, FKIP Univet Bantara, Sukoharjo, Sabtu (29/7/2017). Peserta workshop merupakan pengelola lima jurnal konvensional universitas.

Lima jurnal yang ada di Univet Bantara telah lama “tertidur” selama 25 tahunan. Walau kelima jurnal itu di eranya dahulu menjadi ajang para dosen dan lektor meraih jenjang kepangkatan.

Pernyataan itu disampaikan Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Ali Mursyid ditemui seusai membuka acara di Gedung FKIP Univet Bantara, Sukoharjo, Sabtu. Seorang narasumber dihadirkan di kegiatan itu, yakni Dr. Istadi dari Undip, Semarang. Istadi saat ini menjadi Tim Reviewer Jurnal Dikti dan pengelola jurnal terakreditasi.

“Saat ini ada dua jurnal dari tujuh jurnal yang dimiliki Univet Bantara Sukoharjo telah online,” kata dia.

Ali menyebutkan dua jurnal online itu adalah jurnal Agrisaintifika yang dikelola Fakultas Pertanian dan jurnal Komunikasi Pendidikan yang dikelola dan diterbitkan FKIP.

“Hari ini [Sabtu] pengelola jurnal Univet Bantara diberi pemahaman dari ahlinya agar lebih mengetahui bagaimana mengelola jurnal menuju akreditasi. Pengelola jurnal biar lebih paham apa kebutuhannya sehingga indikator ilmiahnya tepat,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Ali Mursyid menegaskan lima jurnal offline yang dimiliki Univet Bantara di antaranya jurnal Kliktika bermaterikan bahasa, jurnal Eksakta untuk MIPA, stilistika untuk paskasarjana, Widyatama untuk umum dan jurnal penelitian yang dikelola LPPM (Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat).

“Kelima jurnal offline ini diminta segera menyiapkan menjadi online. Kesiapan pengelola menjadi kunci utama untuk menstranfer dari jurnal konvensional ke jurnal online,” tegasnya.

Rektor mengatakan tak memasang target kapan kelima jurnal konvensional berubah menjadi online.

Pada bagian lain, Rektor menyatakan satu jurnal milik Univet Bantara sudah didaftarkan ke online, yakni jurnal Stilistika yang dikelola pascasarjana.

Ketua panitia workshop, Agus Purwanto, menyatakan tujuh persyaratan agar jurnal universitas bisa masuk jurnal terakreditasi. Syarat itu di antaranya adalah jurnal yang terbit secara online menggunakan Open Jurnal System selama dua tahun, kemudian memiliki kurikukum, editor dan mitra bestari, ada petunjuk dan templet penulisan artikel, ada email jurnal atau alamat redaksi jurnal dan memiliki username dan password.

Istadi di hadapan peserta bercerita semakin banyak jurnal online dibuka maka memiliki tingkat kepercayaan tinggi. Dia meminta pengelola jurnal elektrik atau online aktif men-share materi jurnal ke komunitas atau kelompok-kelompok media sosial (medsos) lain. “Jangan kaget jika jurnal yang sudah lama dibuat pengunjung atau viewer-nya baru sedikit. Rajin-rajinlah meng-upload materi di jurnal ke komunitas-komunitas,” tandasnya.

Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menjaga Etika, Menjaga Eksistensi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (14/8/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO — Pada Sabtu-Senin (5-7/8/2017) lalu saya menghadiri pertemuan majelis etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) se-Indonesia di Jakarta. Sejak organisasi…