Pengrajin akar wangi, Asef Indrianto, warga Nglarangan RT 001/RW 001 Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Wonogiri, bersama replika singa dari akar wangi, Selasa (1/8/2017). (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos) Pengrajin akar wangi, Asef Indrianto, warga Nglarangan RT 001/RW 001 Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Wonogiri, bersama replika singa dari akar wangi, Selasa (1/8/2017). (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos)
Selasa, 1 Agustus 2017 23:30 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

Wangi! Replika Singa Wonogiri Ini Tercium Sampai Luar Negeri

Replika singa dan kuda buatan pengrajin di Desa Conto, Bulukerto, Wonogiri, ini tercium hingga ke luar negeri.

Solopos.com, WONOGIRI — Dua ekor singa dan seekor kuda dari akar wangi menyambut setiap tamu yang berkunjung ke rumah Asef Indrianto, warga Nglarangan RT 001/RW 001 Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Wonogiri. Ketiga replika hewan itu sangat mirip dengan makhluk aslinya, namun beraroma wangi.

Replika dua ekor singa itu panjangnya mencapai 2 meter dengan tinggi 1,5 meter. Sedangkan replika kuda panjangnya 3 meter dengan tinggi 2 meter. Semuanya dibuat dari material yang sama, yaitu akar wangi.

Asef Indrianto merupakan satu-satunya perajin akar wangi di Desa Conto, namun dia selalu dibantu dua rekannya untuk menyelesaikan replika singa dan kuda itu. “Kalau sendirian, satu bulan lebih baru jadi. Biasanya bertiga mengerjakannya dalam waktu dua pekan. Itu pun kalau dikerjakan siang dan malam,” ungkapnya saat berbincang dengan Solopos.com di rumahnya, Selasa (1/8/2017).

Selain replika singa dan kuda, kreasi akar wangi yang dibuat Asef antara lain replika berbagai hewan, boneka, sajadah, guci, taplak meja, gantungan kunci dan lainnya. Berbagai kerajinan tangan tersebut dibuat hanya saat ada pesanan.

“Kalau buat setiap hari khawatir tidak ada yang beli. Biasanya pembeli keinginannya beranekaragam. Misalnya, pernah ada orang Bali yang minta dibuatkan replika Garuda 2×9 meter seharga Rp10 juta karena jumlah akar wanginya lebih sedikit,” ujarnya.

Kerajinan tangan tersebut dijual mulai harga bervariatif. Harga gantungan kunci Rp5.000 sedangkan replika singa dan kuda masing-masing Rp15 juta dan Rp25 juta. Harga tersebut sesuai dengan jumlah akar wangi yang digunakan. Untuk membuat replika kuda dengan ukuran 3×2 meter dia harus mengumpulkan akar wangi seberat 80 kg.

Kerajinan tangan buatan Asef tak hanya diminati di Indonesia, tetapi sudah merambah ke luar negeri. Replika kuda buatannya pernah dibeli oleh orang Korea Selatan. Bahkan, mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah membeli replika kuda buatannya.

Sebagian besar produk kerajinan itu dipasarkan ke Bali. “Kami juga pernah mengirim kerajinan akar wangi ke Dubai [Uni Emirat Arab] dan Kuwait. Pernah mengirim ke Jepang juga tetapi dalam bentuk bahan mentah karena di sana dibuat bantal mayat,” beber Asef.

Awalnya, ide pembuatan kerajinan akar wangi mulai muncul pada 2004 lalu. Kemudian Asef mengundang seorang perajin akar wangi dari Semin, Wonosari, Gunung Kidul. Setelah itu, dia mulai mengembangkan keterampilan yang diperoleh. Bahkan, menurut Asef, sekarang orang yang mengajarinya membuat kerajinan akar wangi belum bisa membuat replika singa dan kuda berukuran besar meski sudah dijelaskan caranya.

Asef menjelaskan, cara membuat replika singa dan hewan besar lainnya dengan membuat kerangka dari kayu mahoni lebih dulu. Lalu, kerangka itu dibalut dengan akar wangi hingga bentuk dasar hewan yang akan dibuat mulai tampak. Setelah itu, baru ditempeli akar wangi lagi dengan lem. Akar wangi yang ditempel itu kemudian dipangkas menyerupai hewan yang diinginkan.

NASMOCO SOLOBARU, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Subsidi Ruang Publik bagi PKL

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (28/7/2017). Esai ini karya Murtanti J.R., dosen di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah mjanirahayu@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Pada pertengahan Juli lalu Pemerintah Kota Solo…