Pengunjung memilih baju batik yang dipamerkan saat Gebyar UKM 2014 di Atrium Solo Square Mall, Solo, Jawa Tengah, Senin (29/9/2014). Pameran dan lelang hasil karya produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), koperasi, dan program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan akses bisnis dan jaringan penjualan. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos) Pameran produk UMKM (JIBI/Solopos/Dok.)
Selasa, 1 Agustus 2017 16:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

USAHA MIKRO KECIL DAN MENEGAH
Jumlah UMKM di Jateng Bertambah

Usaha, mikro, kecil, dan menegah (UMKM) di Jateng mengalami pertumbuhan pesat.

Solopos.com, SEMARANG – Jumlah usaha mikro, kecil, dan menegah (UMKM) di Jawa Tengah (Jateng) mengalami peningkatan sekitar 13,06 persen dalam kurun 10 tahun terakhir. Jika pada 2006, jumlah UMKM di Jateng hanya berkisar 3,69 juta, maka pada 2017 ini jumlahnya meningkat mencapai 4,17 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, Margo Yuwono, mengatakan dari 4,17 juta UMKM itu terbagi dalam dua jenis usaha, besar dan kecil. Untuk usaha yang berskala besar atau usaha menengah besar (UMB) jumlahnya mencapai 42.483 usaha dengan serapan tenaga kerja mencapai1.803.367 orang. Sedangkan untuk usaha kecil atau usaha mikro kecil (UMK) jumlahnya mencapai 4.131.727 dengan tenaga kerja mencapai 7.601.459 orang.

“Jumlah usaha terbanyak ada di Banyumas, yakni 216.560 usaha dan paling sedikit di Kota Magelang, hanya ada 21.408 usaha,” ujar Margo saat menggelar jumpa pers di Kantor BPS Jateng, Jl. Pahlawan, Semarang, Selasa (1/8/2017).

Margo menambahkan saat ini Jateng tengah mengadakan Sensus Ekonomi (SE) yang bertujuan mengumpulkan informasi terkait kendala dan prospek, produksi dan pendapatan, neraca, dan status permodalan.  Dengan adanya SE itu diharap menjadi acuan bagi pemerintah untuk mengeluarkan regulasi yang mampu menunjang usaha di Jateng.

“Dengan majunya usaha di Jateng, kami tentunya berharap ada pengurangan angka kemiskinan yang sampai saat ini masih terbilang tinggi di angka 13,7%,” beber Margo.

Margo juga berharap dengan adanya SE itu akan membuat penyebaran UMK dan UMB di Jateng merata. Untuk UMB terbanyak ada di Kota Semarang mencapai 7.749 usaha, sementara paling sedikit di Salatiga, yakni 521 usaha.

“Sedangkan UMK terbanyak ada di Banyumas mencapai 214.329 usaha dan terendah di Kota Magelang, 20.845 usaha,” imbuh Margo.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Potensi Lokal untuk Kemandirian Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (11/8/2017). Esai ini karya Hadis Turmudi, mahasiswa Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta dan sedang menulis tesis tentang desa dan otonomi asli. Alamat e-mail penulis adalah adis.mandiri@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Desa-desa di Nusantara yang berjumlah kurang…