Ilustrasi pegawai negeri sipil (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos) Ilustrasi pegawai negeri sipil (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos)
Selasa, 1 Agustus 2017 13:15 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

Tak Hadiri Pengajian, ASN Pemkab Sragen Terancam Didenda Rp100.000

ASN Sragen yang diundang tapi tak menghadiri pengajian akan didenda.

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen memberlakukan denda Rp100.000 jika ada aparatur sipil negara (ASN) tak menghadiri pengajian akbar bersama Ustaz Ahmad Wijayanto di GOR Diponegoro Sragen, Rabu (2/8/2017) pagi. Sedikitnya 3.500 ASN diundang dalam pembinaan mental spiritual tersebut.

Sanksi denda itu pernah diterapkan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika banyak ASN yang tidak hadir dalam halalbihalal yang juga diadakan di GOR beberapa waktu lalu.

Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Simon Nugroho, saat dihubungi solopos.com, Selasa (1/8/2017) siang, menyampaikan pengajian akbar itu mengangkat tema guyup rukun dan ada sistem tersendiri dalam undangan untuk ASN.

Dia mengatakan undangan yang tersebar sebanyak 3.200-3.500 lembar untuk ASN, para pejabat instansi vertikal, perbankan, Kodim, dan Polres Sragen.

“Kami menerapkan sistem zonasi dalam undangan ASN agar benar-benar bisa datang semua. Hanya ASN pelayanan yang boleh tidak hadir dalam pengajian akbar itu. Setiap SKPD sudah dipetakan jumlah ASN yang wajib datang ke pengajian akbar. Bila ada satu ASN yang absen saja maka sanksi denda itu ditanggung bersama-sama oleh ASN lain dalam lingkup satu SKPD. Jadi pimpinan SKPD harus memastikan ASN di instansinya harus datang semua,” ujar Simon.

Simon mencontohkan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Litbang (Bappeda Litbang) ada 44 orang ASN tetapi hanya 30 orang yang dipastikan harus hadir ke pengajian karena sisanya harus melayani masyarakat. Dia mengatakan ketika satu orang dari 30 ASN di Bappeda Litbang tidak hadir tanpa alasan maka 30 ASN itu terkena sanksi denda Rp100.000 per orang.

“Kalau memang tidak bisa hadir karena sakit atau alasan lain yang tidak bisa ditinggalkan maka harus mencari gantinya. Ya, nanti tergantung pimpinan SKPD masing-masing,” tuturnya.

Selepas mengisi pembinaan mental spiritual ASN di GOR, Ustaz Ahmad Wijayanto dijadwalkan mengisi pengajian akbar juga di Masjid Al Falah Sragen dengan mengangkat tema Membangun Keluarga Sakinah.

Ketua Takmir Masjid Al Falah Sragen, Kusnadi Ikhwani, mengatakan Ustaz Wijayanto dijadwalkan Salat Zuhur di masjid dan seusai Salat Zuhur langsung dilaksanakan pengajian.

Bank Panin, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Subsidi Ruang Publik bagi PKL

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (28/7/2017). Esai ini karya Murtanti J.R., dosen di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah mjanirahayu@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Pada pertengahan Juli lalu Pemerintah Kota Solo…