Kapolsek Sukoharjo, AKP Parwanto (kiri), memeriksa tersangka pencuri, Swy, 42, di Polsek Sukoharjo, Selasa (1/8/2017). (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos) Kapolsek Sukoharjo, AKP Parwanto (kiri), memeriksa tersangka pencuri, Swy, 42, di Polsek Sukoharjo, Selasa (1/8/2017). (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos)
Selasa, 1 Agustus 2017 20:15 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

Pura-Pura Bertamu, Ibu Rumah Tangga Sukoharjo Ini Ternyata Pencuri

Seorang ibu rumah tangga tertangkap mencuri dengan modus pura-pura bertamu ke rumah korbannya.

Solopos.com, SUKOHARJO — Anggota Tim Resmob Polsek Sukoharjo menangkap seorang ibu rumah tangga yang mencuri dengan modus pura-pura bertamu ke rumah korbannya.

Ibu rumah tangga tersebut yakni Swy, 42, warga Desa Purbayan, Kecamata Baki, Sukoharjo. Swy ditangkap seusai beraksi di rumah Temu, warga Kampung Tambaksegaran RT 003/RW 004, Kelurahan Banmati, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo pada 24 Juli siang.

Kapolsek Sukoharjo, AKP Parwanto, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, saat rilis kasus di Mapolsek Sukoharjo Kota, Selasa (1/8/2017), menyatakan Swy ditangkap warga di jalan kampung Tambaksegaran.

“Dari pemeriksaan penyidik terungkap tersangka awalnya berpura-pura bertamu ke rumah korban. Namun, setelah korban kembali ke rumah dia berpura-pura diminta seseorang untuk menyampaikan pesan,” ujarnya.

Mantan Kasat Reskrim Polres Boyolali ini bercerita saat Swy datang ke rumah Temu, pemilik rumah sedang pergi mengantar cucunya ke sekolah. Temu sudah mengunci semua pintu rumah sebelum pergi.

“Sekitar pukul 08.30 WIB atau setengah jam setelah korban pergi, pelaku [Swy] datang ke rumah korban di Kampung Tambaksegaran dan memarkir sepeda motor berpelat nomor H 2245 CS di halaman rumah korban. Awalnya, pelaku berpura-pura mengetuk pintu sembari berkata kula nuwun,” katanya.

Swy berusaha mendorong pintu berulang-ulang hingga terbuka. Swy kemudian masuk dan mencari barang berharga milik Temu. Saat itu, Swy mengambil handphone yang diletakkan di lemari bufet dekat televisi dan memasukkannya ke dalam jaket.

Saat Swy beraksi, Temu kembali ke rumah dan curiga melihat ada sepeda motor terparkir di halaman rumahnya. Temu berteriak minta tolong.

Mendengar teriakan Temu, Swy keluar rumah dan mengatakan disuruh orang untuk memberi tahu Temu bahwa Temu diminta membantu kerja di tempat orang punya hajat.

“Sembari berkata tersebut tersangka Swy mendatangi sepeda motor dan mencoba membalikkan sepeda motor. Namun, upaya mengelabui itu diketahui korban dan kunci sepeda motor diambil. Tersangka berlari setelah melepas jaket dan hijab yang dikenakan melalui jalan kampung. Warga yang mendengar teriakan korban ikut mengejar dan menangkap tersangka.”

Kapolsek menegaskan Swy dijerat Pasal 362 KUHP atau Pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal selama-lamanya lima tahun. Sedangkan barang bukti yang diamankan polisi berupa sepeda angin, sepeda motor milik tersangka, dua kantong plastik untuk membungkus jaket jumper, satu handphone, dan kerudung.

 

KSP ARTHA MULIA CABANG KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Subsidi Ruang Publik bagi PKL

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (28/7/2017). Esai ini karya Murtanti J.R., dosen di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah mjanirahayu@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Pada pertengahan Juli lalu Pemerintah Kota Solo…