Sepeda yang diparkir di bawah tanah (CNN) Sepeda yang diparkir di bawah tanah (CNN)
Selasa, 1 Agustus 2017 13:30 WIB JIBI/Solopos.com/Newswire Peristiwa Share :

Pria Ini Kaget Ditagih Rp42 Miliar Gara-Gara Sepeda Lupa Dikunci

Li yang berasal dari kota Wuhan kerap menggunakan layanan Mobike untuk pergi kerja.

Solopos.com, BEIJING – Seorang pria asal Tiongkok terkejut saat menerima tagihan Rp42 miliar hanya karena tupa mengunci sepeda yang disewanya. Kisah pria bernama Li menjadi perbincangan di seantero Tiongkok.

Penyewaan sepeda atau yang dikenal dengan istilah bike-sharing di Tiongkok merupakan pelayanan yang saat ini sedang terkenal. Dilansir Russia Today, Selasa (1/8/2017), Li yang berasal dari kota Wuhan kerap menggunakan layanan Mobike untuk pergi kerja dengan hanya biaya 1 yuan atau sekira Rp1.980 setiap perjalanannya. Namun, pada satu waktu, Li lupa mengunci sepeda yang ia sewa.

Ia baru mengingatnya tiga hari kemudian setelah ia menerima tagihan 34 yuan atau sekira Rp67.328 karena dianggap menggunakan sepeda tersebut selama 23 jam. Ia pun menghubungi pusat pelayanan konsumen Mobike untuk mengeluhkan hal tersebut.

Pihak pelayanan pelanggan Mobike pun menyatakan tagihan itu dapat dihapuskan. Namun Li akan menerima konsekuensi pengurangan 15 kredit pengguna di mana sistem ini menjadi penilaian yang digunakan pihak Mobike untuk memastikan sepeda-sepeda yang disewa dikunci dengan tepat.

Namun bukannya tagihannya hilang justru tagihan yang dijatuhkan kepada Li meningkat secara fantastis. Tak kira-kira, ia ditagih 21,4 juta yuan atau sekira Rp42 miliar.

Li pun mengeluhkan hal tersebut untungnya pihak Mobike menyadari tagihan itu merupakan kesalahan. Mobike mengklaim ini disebabkan oleh kesalahan program dan menegaskan tagihan yang disebabkan masalah teknis tidak perlu dibayarkan.

Tenaga Berpengalaman Untuk Biro Haji dan Umroh Plus, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Subsidi Ruang Publik bagi PKL

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (28/7/2017). Esai ini karya Murtanti J.R., dosen di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah mjanirahayu@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Pada pertengahan Juli lalu Pemerintah Kota Solo…