Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan PKH secara simbolis kepada keluarga penerima di Alun-alun Kota Madiun, Senin (17/4/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan PKH secara simbolis kepada keluarga penerima di Alun-alun Kota Madiun, Senin (17/4/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Selasa, 1 Agustus 2017 22:30 WIB JIBI/Solopos/Antara Politik Share :

PILKADA JATIM
Batal Daftar Lewat Demokrat, Khofifah Takut Ditinggal Gerindra?

Batalnya Khofifah mendaftar lewat Partai Demokrat untuk Pilkada Jatim diduga karena tidak ingin kehilangan dukungan Gerindra.

Solopos.com, SURABAYA — Khofifah Indar Parawansa tak mendaftar sebagai bakal calon Gubernur Jatim Partai Demokrat. Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura Mochtar W Oetomo menilai langkah politikus PKB itu diambil karena takut ditinggal Partai Gerindra.

“Batalnya Khofifah mendaftar ke Demokrat adalah sebuah bentuk kegamangan. Tapi di satu sisi, jika Khofifah mendaftar ke Demokrat itu bukan jaminan pasti bahwa Demokrat akan memberikan tiket ke dirinya,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Selasa (1/7/2017).

Hingga 31 Juli 2017 atau hari terakhir masa pendaftaran bakal calon gubernur dari Partai Demokrat Jatim, Khofifah yang juga Menteri Sosial tersebut tidak jadi mengambil serta mengembalikan formulir.

Menurut dia, ada banyak proses politik yang harus dilewati oleh Khofifah jika mendaftar ke Demokrat. Bahkan, menurutnya hal itu akan menguras energi dan waktu karena proses yang sudah ditentukan mekanismenya oleh Demokrat.

Tak hanya itu, faktor beberapa kandidat yang mendaftar ke Partai Demokrat juga berpengaruh pada batalnya pendaftaran Khofifah. Salah satu kandidat yang mendaftar adalah Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang sama-sama populer di kalangan warga NU.

“Jika Khofifah ikut mendaftar, itu hanya akan melahirkan pertarungan di dalam ring yang sempit sesama pendaftar, yakni dalam batasan lingkup Demokrat,” ucap Direktur SSC tersebut.

Khofifah, kata dia, tentu ingin pertarungan dalam ring lebih luas yang melibatkan banyak kalangan dan partai politik sehingga mendapat perhatian besar dari publik. Selain itu, jika mendaftar ke Demokrat, Khofifah bisa kehilangan partai penting yang punya kemungkinan lebih besar untuk mendukung, yaitu Partai Gerindra.

Gerindra, lanjut dia, tentu tidak rela jika peran utamanya diambil Demokrat karena jika jadi mendaftar ke Demokrat. Hal itu bisa membuat Gerindra kecewa dan membatalkan dukungannya ke Khofifah.

“Jelas ini sesuatu yang tidak diinginkan dan ditakutkan oleh Khofifah. Apa yang sudah dibangunnya melalui komunikasi politik cukup panjang dengan Gerindra dan parpol lain bisa rusak di tengah jalan sekaligus memperkecil kemungkinannya untuk menang,” katanya.

PT BPR RESTU KLATEN MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Subsidi Ruang Publik bagi PKL

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (28/7/2017). Esai ini karya Murtanti J.R., dosen di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah mjanirahayu@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Pada pertengahan Juli lalu Pemerintah Kota Solo…