Alif Mahmudi (tengah) seusai melaporkan kehilangan saudaranya di Mapolres Boyolali, Minggu (30/7/2017) malam. (Aries Susanto/JIBI/Solopos) Alif Mahmudi (tengah) seusai melaporkan kehilangan saudaranya di Mapolres Boyolali, Minggu (30/7/2017) malam. (Aries Susanto/JIBI/Solopos)
Selasa, 1 Agustus 2017 16:35 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PENIPUAN BOYOLALI
Korban Bisnis MLM Beri Keterangan Berubah-Ubah soal Keberadaannya

Korban dugaan penipuan bermodus bisnis MLM di Boyolali selalu memberi keterangan berubah-ubah terkait keberadaannya.

Solopos.com, BOYOLALI — Korban dugaan penipuan bermodus bisnis multilevel marketing (MLM) Qnet asal Lamongan, Nur Faizah, 18, diduga mendapatkan tekanan psikis atau ancaman dari rekan-rekannya.

Indikasinya terlihat dari telepon seluler (ponsel) Nur Faizah yang tidak aktif kecuali saat dia menghubungi keluarganya untuk meminta uang. Kerabat Nur Faizah, Alif Mahmudi, menerangkan Nur juga memberikan keterangan yang berubah-ubah terkait keberadaannya. (Baca juga: Sejak Ikut Qnet, Gadis Lamongan Tak Diketahui Keberadaannya)

Kali terakhir saat menghubungi keluarganya, Nur mengaku berada di Jakarta. Padahal, sehari sebelumnya, dia mengaku berada di Blitar, Jawa Timur, setelah sebelumnya mengaku di Boyolali dan Solo.

“Keterangan saudara saya ini terkait posisinya sudah tak bisa dipercayai lagi. Intinya meminta uang. Tapi, saat ditanya posisi sekarang berubah-ubah. Terakhir, dia mengaku di Jakarta,” ujar Alif saat dihubungi Solopos.com, Selasa (1/8/2017).

Alif menduga Nur Faizah berada dalam tekanan atau ancaman rekan-rekannya. Hal itu terlihat dari penolakan Nur untuk memberitahukan posisinya apalagi bertemu keluarganya saat menelepon.

Hal itu mengindikasikan keberadaanya disembunyikan pihak lain. “Dugaan kuat saya, HP saudara saya ini dibawa rekan-rekannya di Qnet. Nur tak bisa dihubungi dan hanya menelepon untuk meminta uang Rp8 juta,” ujar Alif.

Keterangan Alif ini diperkuat sejumlah kejadian yang sempat terungkap aparat di Kecamatan Mojosongo dan Simo. Para remaja korban MLM Qnet yang tinggal dalam satu kontrakan susah dihubungi keluarganya.

Ketika mereka menghubungi keluarganya, rekan-rekan seniornya mengawasi. Bahkan, ada yang disekap tak boleh keluar atau kabur dari rumah kontrakan.

“Pernah ada satu anak Qnet yang bermalam di Mapolres Boyolali. Dia minta perlindungan petugas setelah berusaha kabur dari kontrakan Qnet di wilayah Banyudono,” ujar Aiptu Supardi, anggota Polres Boyolali bagian sentra pelayanan kepolisian (SPK).

Keterangan ini juga dikuatkan insiden pembubaran Qnet di salah satu rumah kontrakan di Kecamatan Mojosongo, beberapa waktu lalu. Dalam kejadian itu, salah satu korban MLM Qnet diketahui sempat disekap rekan-rekannya. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung melaporkan ke polisi.

Staf ahli Qnet, Hadiono, membantah adanya salah satu peserta Qnet di Boyolali bernama Nur Faizah, 18, asal Lamongan. Hadiono mengaku sudah menanyai satu per satu koordinator Qnet di Boyolali dan tak menemukan ada peserta baru bernama Nur Faizah yang tak bisa dikontak keluarganya.

“Tapi, kalau dia ikut Qnet milik orang lain, saya enggak tahu. Yang jelas, Qnet yang dikelola klien kami tak ada yang bernama Nur Faizah,” terangnya.

 

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…