Para pedagang Pasar Kembang menunjukan kartu bukti pedagang dan buku ketetapan pembayaran retribusi yang dikeluarkan Pemerintah Kota Jogja, saat mengadu ke LBH Jogja, Senin (4/7/2017). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja) Para pedagang Pasar Kembang menunjukan kartu bukti pedagang dan buku ketetapan pembayaran retribusi yang dikeluarkan Pemerintah Kota Jogja, saat mengadu ke LBH Jogja, Senin (4/7/2017). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 1 Agustus 2017 13:55 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PENATAAN STASIUN TUGU
Pasar Kembang Dihapus dari Pasar Tradisional, Bagaimana Nasib Pedagang di Area Tersebut?

Penataan Stasiun Tugu berlanjut

Solopos.com, JOGJA — Pemerintah Kota Jogja menghapus Pasar Kembang dari daftar pasar tradisional di Kota Jogja. Alasan penghapusan karena pasar di sisi selatan Stasiun Tugu tersebut lahannya sudah dimanfaatkan PT.Kereta Api Indonesia (KAI).

Baca Juga : PENATAAN STASIUN TUGU : Pasar Kembang Dihapus dari Pasar Tradisional, Terus?

Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja, Nasrul Khoiri mengaku belum tahu adanya penghapusan satu pasar tradisional. Namun demikian, komisi bidang pendapatan daerah dan pasar ini akan mengklarifikasi terkait penghapusan pasar tradisional dalam waktu dekat.

Ia mengatakan jika penghapusan Pasar Kembang karena lahan Sultan Grond (SG) itu akan digunakan KAI, maka kondisi yang sama juga harus ada evaluasi pada status pasar tradisional lainnya yang berada di lahan SG.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan, “Meski Pasar Kembang dicabut statusnya sebagai pasar tradisional, tidak serta merta menghilangkan hak eks pedagang Pasar Kembang yang memiliki kartu bukti pedagang untuk tetap mendapatkan perlindungan dan jaminan keberlangsungan usaha,” tegas Nasrul.

Sekadar diketahui puluhan pedagang Pasar Kembang digusur pada 5 Juli lalu karena dianggap menempati lahan KAI. Sejak puluhan tahun lalu pedagang Pasar Kembang berjualan atas izin dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, bahkan sebagian los di pasar tersebut yang membangun adalah Pemerintah Kota Jogja.

Meski menolak digusur dengan alasan memiliki hak berjualan, para pedagang akhirnya mengosongkan lahannya. Lahan tersebut kini sudah rata dan rencananya akan dibuat trotoar yang terhubung sampai Malioboro. Penataan kawasan Pasar Kembang merupakan bagian dari penataan kawasan Stasiun Tugu yang sudah lama dicanangka, namun baru terealisasi sekarang.

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…