Operator ekskavator mengeruk sampah yang menumpuk di bawah jembatan Sungai Kanal Banjir Timur Semarang, Jateng, Selasa (14/2/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R Rekotomo) Operator ekskavator mengeruk sampah yang menumpuk di bawah jembatan Sungai Kanal Banjir Timur Semarang, Jateng, Selasa (14/2/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R Rekotomo)
Selasa, 1 Agustus 2017 14:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

Penataan PKL Titik Masuk Banjir Kanal Timur Sasaran Pertama

Penataan pedagang kaki lima (PKL) di titik masuk proyek normalisasi Banjir Kanal Timur menjadi sasaran pertama.

Solopos.com, SEMARANG — Para pedagang kaki lima (PKL) di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang yang berada di titik masuk pengerjaan proyek itu bakal menjadi sasaran pertama penataan. Para PKL itu bakal diprioritaskan Dinas Perdagangan segera direlokasi.

“Kami prioritaskan dulu PKL-PKL yang ada di titik pintu masuk normalisasi Sungai BKT. Nanti, itu kan jadi jalur alat berat keluar masuk,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di Kota Semarang, Senin (31/7/2017).

Ia menyebutkan setidaknya ada tiga titik masuk alat berat untuk normalisasi Sungai BKT, yakni di Kelurahan Kaligawe dan Kelurahan Sawah Besar di Kecamatan Gayamsari, serta Kelurahan Karang Tempel di Kecamatan Semarang Timur. Menurut dia, para PKL itu akan direlokasi ke Pasar Dargo dan Pasar Waru selambatnya pertengahan Agustus 2017 karena proyek normalisasi sungai kanal banjir Kota Semarang itu segera dimulai sehingga tidak menghambat pelaksanaan proyek tersebut.

“Dari hasil penghitungan, setidaknya ada 50 PKL yang akan direlokasi ke Pasar Waru dan 30 PKL di Pasar Dargo. Kami akan segera sosialisasikan untuk segera pindah karena letak mereka di pintu masuk proyek,” katanya.

Sedangkan para PKL lainnya yang ada di bantaran Sungai BKT, lanjut dia, tetap akan pindah menunggu Pasar Klithikan Penggaron selesai dibangun sekitar awal Desember 2017 yang diikuti seluruh PKL di kawasan itu. “Saat ini, kami sudah menyiapkan fasilitas untuk tempat merelokasi para pedagang di bantaran Sungai BKT. Ya, kami terus lakukan persiapan untuk memperlancar proyek pembangunan agar bisa rampung sesuai target,” katanya.

Ia meminta para PKL tidak khawatir karena di Pasar Klithikan Penggaron akan dibagi-bagi berdasarkan kluster jenis dagangan, seperti perbengkelan, aksesoris automotif, dan sebagainya sehingga mudah dicari pelanggan. “Pasar Klithikan Penggaron bisa menampung lebih dari 2.300 PKL. Sampai saat ini, pembangunan masih dilakukan. Ya, targetnya kan akhir 2017 pembangunan Pasar Klithikan Penggaron bisa selesai secara keseluruhan,” kata Fajar.

Sementara itu, Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ) Kota Semarang Ngadino mengingatkan pemerintah kota dan pelaksana proyek harus melakukan koordinasi dengan PKL dan warga untuk kelancaran pengerjaan proyek. “Dinas Perdagangan harus koordinasi dulu dengan kelurahan dan kecamatan sebagai pemangku wilayah. Jadi, dengan hadirnya lurah dan camat membuat para PKL dan warga merasa diwongke, dihargai,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kami Toko Cat Warna Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Subsidi Ruang Publik bagi PKL

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (28/7/2017). Esai ini karya Murtanti J.R., dosen di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah mjanirahayu@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Pada pertengahan Juli lalu Pemerintah Kota Solo…