Gambar maket pembangunan menara Masjid Agung Sleman. (Istimewa) Gambar maket pembangunan menara Masjid Agung Sleman. (Istimewa)
Selasa, 1 Agustus 2017 15:55 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Pembangunan Menara Masjid Agung Sleman Dimulai

Pembangunan Menara Masjid Agung Dr. Wahidin Soedirohusodo Sleman setinggi 68 meter resmi dimulai

Solopos.com, SLEMAN– Pembangunan Menara Masjid Agung Dr. Wahidin Soedirohusodo Sleman setinggi 68 meter resmi dimulai. Peresmian tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, Senin (31/7/2017).

Sri menjelaskan, pembangunan menara masjid tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan kemakmuran Masjid Agung Sleman itu. “Menara masjid merupakan salah satu simbol keagamaan Islam,” kata Sri usai peletakan batu pertama proyek tersebut, Senin (31/7/2017).

Keberadaan menara masjid Agung setinggi 68 meter itu, kata Sri, diharapkan dapat menjadi pemandu arah untuk menunjukkan keberadaan masjid tersebut. Dengan begitu, masyarakat yang belum tahu bisa dengan mudah beribadah ke masjid tersebut. “Keberadaan menara tinggi ini juga bisa menjadi daya tarik wisata,” harap Sri.

Apalagi menara tersebut nantinya dilengkapi dengan lift  setinggi 50 meter. Pengunjung dapat melihat pemandangan Sleman dari ketinggian tersebut. “Kalau pengunjung yang datang banyak tentu akan berdampak langsung pada meningkatnya jumlah jamaah yang beribadah,” jelas Sri.

Selain menjadi sarana ibadah, menara masjid nantinya juga difungsikan untuk memfasilitasi kantor-kantor lembaga keagamaan seperti MUI, Dewan Masjid, Ikatan Persaudaraaan Haji Indonesia(IPHI), Forum Silaturahmi Pondok Pesantren dan yang lainnya.

Dengan berkantornya berbagai lembaga keagamaan Islam tersebut diharapkan bisa memperkuat tali silaturahmi. “Ke depan akan banyak kegiatan yang diselenggarakan untuk memakmurkan masjid,” ujar Sri.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUP KP) Sungkana melaporkan, menara masjid sesuai Rencana Anggaran Biaya(RAB) dianggarkan sebesar Rp11,5 miliar. Pada tahun anggaran 2017 ini, APBD Sleman menganggarkan Rp8 miliar.

“Masih dibutuhkan anggaran Rp3,5 miliar lagi untuk biaya penyempurnaan menara,” terangnya.

Proyek tersebut, katanya, dimenangkan oleh penyedia jasa PT. Anggaza Widya Ridhamulya sebesar Rp7,95 miliar. Adapun desain perencanaan dilaksankan oleh CV. Waringin dan Konsultasi Pengawas PT.Arsigraphi. “Konsep bangunan menara mengacu corak bangunan utamanya Masjid Agung Sleman yaitu bangunan klasik bernuansa Jawa,” jelasnya.

Keberadaan menara tersebut sebagai bagunan penunjang masjid yang memiliki multi fungsi antara lain menunjang fungsi siar Islam, kegiatan keagamaan, rekreatif religi, dan ikon kawasan Pemda Sleman.

Bangunan menara terdiri dari delapan lantai setinggi 68 m. Ketinggian yang bisa didaki pengunjung dengan lift hanya 52 m. Sementara komponen bangunan terdiri dari bangunan coor Menara setinggi 68 m dengan diameter 3,6 m. Lantai 1 seluas 16 m x 16 m berfungsi sebagai ruang Lobby dan Ruang Pengelola/Takmir,  lantai 2 seluas 16 m x 16 m berfungsi sebagai ruang Perpustakaan dan Poliklinik, lantai 3 seluas 16 m x 16 m berfungsi sebagai ruang Pertemuan.

Sementara lantai 4 seluas 16 m x 16 m berfungsi sebagai Ruag Pandang 1, lantai 5 seluas 12 m x 12 m berfungsi sebagai Ruang Pandang 2, lantai 6 seluas 6,7 m x 6,7 m berfungsi sebagai Ruang Pandang 3, lantai 7 seluas diameter 6,5 m berfungsi sebagai Ruang Pandang Puncak Menara (Elevasi 55 m).

“Lantai 8 seluas diameter 3,6 m yang berfungsi sebagai ruang lift,” paparnya.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Potensi Lokal untuk Kemandirian Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (11/8/2017). Esai ini karya Hadis Turmudi, mahasiswa Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta dan sedang menulis tesis tentang desa dan otonomi asli. Alamat e-mail penulis adalah adis.mandiri@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Desa-desa di Nusantara yang berjumlah kurang…