Merdekave Hand Lettering Competition (IST) Merdekave Hand Lettering Competition (IST)

Merdekave Hand Lettering Competition, Ikhtiar Memerdekakan DKV

Merdekave Hand Lettering Competition kembali digelar

Solopos.com, BANTUL — Banyak cara memeringati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tak hanya melalui upacara bendera. Salah satunya yang dilakukan Institute Sumbo Indonesia. Institute itu menggelar Merdekave Hand Lettering Competition 2017.

Kompetisi ini, secara garis besar mengandung makna perjuangan dan sebuah ikhtiar memerdekakan praktisi Desain Komunikasi Visual (DKV) dari jajahan klien. Lomba ini sudah digelar kali ketiga sejak 2015. Beberapa orang di Institute Sumbo Indonesia memiliki gagasan untuk membuat semacam aksentuasi dalam merayakan HUT Kemerdekaan.

“Di luar merayakan kemerdekaan dengan upacara, kami berpikir apa yang bisa memberikan kontribusi positif terhadap bangsa dan negara sesuai ilmu yang menjadi landasan kami untuk hidup dan mencari hidup yaitu DKV. Maka kami memutuskan mengadakan lomba ini,” jelas Sumbo Tinarbuko, pendiri Intitute Sumbo Indonesia, saat disambangi di kediamannya di Jalan Sonopakis Lor, Kasihan, Bantul, Senin (1/8/2017).

Merdekave Hand Lettering Competition adalah lomba menulis kata Merdekave dengan tulisan tangan, tanpa bantuan perangkat lunak grafis apa pun. Karya itu kemudian diunggah ke media sosial Instagram untuk dinilai dan ditentukan pemenangnya. Sumbo menjelaskan makna Merdekave yang berasal dari frasa kata merdeka dan dekave yang disatukan.

“Merdekave digagas untuk melepaskan diri dari kungkungan klien. Selama ini desainer komunikasi visual, baik mahasiswa maupun praktisi, belum merdeka dalam berkarya. Mereka dijajah kepentingan klien yang kurang menghargai fee desain. Mereka menetapkan fee desain semurah-murahnya tapi dengan orderan yang cukup dan menuntut hasil yang harus bagus. Semangat melawan inilah ada dalam frasa kata Merdekave,” ujarnya.

Merdekave Hand Lettering Competition 2017 kali ini menawarkan keunikan dibanding kompetisi sama tahun-tahun sebelumnya. Kali ini para peserta dibebaskan mengguratkan karyanya di media apa pun, tak terbatas kertas seperti dua kompetisi sebelumnya. Bisa di helm, mobil, truk, tembok, sampai tubuh berupa tato.

Creative Director Institute Sumbo, Anggertimur, menambahkan para peserta nantinya diharuskan membuat caption yang menjelaskan makna Merdekave menurut persepsi mereka sehingga pesannya bisa disampaikan dengan lebih gamblang. Bagi yang tertarik ikut kompetisi, katanya, sudah bisa mendaftar dan mengirimkan karyanya mulai 30 Juli hingga 13 Agustus 2017.

Cara mendaftarnya mudah, tinggal isi form pendaftaran di link ini : bit.ly/MerdekaveHandLetter2017 tanpa dipungut biaya sepeser pun. Target peserta kompetisi  terdiri dari mahasiswa DKV di seluruh Indonesia usia 18-23 tahun, siswa SMK DKV usia 16-18 tahun, dan para pegiat serta pehobi hand lettering dan masyarakat umum.  Adapun tahapan lomba setelah pengumpulan karya yakni  rekap peserta yang memenuhi syarat (14-15 Agustus); Penjurian (16 Agustus) dan pengumuman para Juara dan Pendekar Merdekave Hand Lettering 2017 sekaligus perayaan HUT Kemerdekaan RI (17 Agustus).

Juri yang akan menilai karya yang masuk yakni Sumbo Tinarbuko sendiri, Alib Isa (profesional Hand Lettering Artist) dan Anggertimur (Fotografer dan Creative Storyteller). Adapun juara I lomba berhak mendapatkan uang tunai Rp500.000, Juara II uang tunai Rp300.000 dan Juara III Rp150.000. Semua juara berhak pula mendapat merchandise dan sertifikat digital. Selain ketiga juara dipilih juga tujuh pendekar hand lettering yang berhak mendapatkan hadiah.

CV.TIGA SELARAS BERSAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kepada H.B. Jassin

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (31/7/2017). Esai ini karya Hanputro Widyono, editor buku Jassin yang Kemarin (2017) dan  berstatus mahasiswa di Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah hanputrowidyono@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Jassin…