Ilustrasi kemacetan arus lalu lintas (JIBI/Bisnis/Dok.) Ilustrasi kemacetan arus lalu lintas (JIBI/Bisnis/Dok.)
Selasa, 1 Agustus 2017 13:20 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

LALU LINTAS JOGJA
Tahun Ini Penataan Jalan Terban Bakal Terealisasi

Lalu lintas Jogja bakal ditata kembali

Solopos.com, JOGJA — Pemerintah Kota Jogja, melalui Dinas Perhubungan (Dishub), menyiapkan dua rencana manajemen lalu lintas di Jalan Terban sebagai kelanjutan penataan lalu lintas di sekitar bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM).

Baca Juga : LALU LINTAS JOGJA : Jalan Terban Ditata, Ini 2 Rencana yang Mungkin Terealisasi

Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Jogja Hary Purwanto menyampaikan meski realisasi manajemen lalu lintas tersebut butuh waktu, Hary optimis tahun ini pihaknya sudah bisa mengeluarkan kebijakan untuk manajemen lalu lintas di Jalan Terban. Ia menyebut kemungkinan besar rencana kedualah yang akan dipilih karena rencana pertama justru akan menambah kepadatan di Jalan Cik Di Tiro.

Padahal ia mengatakan, salah satu tujuan rekayasa lalu lintas di Jalan Terban adalah untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalan Ci Di Tiro yang selama ini sudah sangat begitu ramai.

Dari hasil kajian yang dilakukan Dishub Kota Jogja pada tahun 2016, Jalan Cik DI Tiro memang merupakan salah satu jalan dengan Volume-Demand-to-Capacity Ratio (V/C Ratio), atau perbandingan antara volume dengan kapasitas suatu jalan raya, tertinggi di Kota Jogja.
Dari sampel yang diambil pada pukul 06.30-07.30 WIB, jumlah mobil yang melintas di Jalan Cik Di Tiro adalah 1.328, motor sebanyak 5.609. dan kendaraan berat 30. Kendaraan yang dihitung adalah yang mengarah ke utara. Dengan jumlah kendaraan yang lewat itu, Dishub Kota Jogja mencatat V/C Ratio jalan Cik Di Tiro adalah 0,89.

“Jika V/C Ratio di atas 0,75 artinya kinerja jalannya sudah mulai memburuk. Jika nilainya satu sudah buruk. Jalan yang V/C Ratio-nya terburuk adalah Jalan Laksa Adisucipto, depan Mall Lippo nilainya satu, tapi tidak setiap saat segitu,” jelas Kepala Seksi Manajemen Lalu Lintas Dishub Kota Jogja Muhamad Zandaru Budi, Senin (31/7/2017).

KSP ARTHA MULIA CABANG KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Subsidi Ruang Publik bagi PKL

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (28/7/2017). Esai ini karya Murtanti J.R., dosen di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah mjanirahayu@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Pada pertengahan Juli lalu Pemerintah Kota Solo…