Suasana pencanangan kampanye imunisasi MR di MTsN 10 Sleman. (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja) Suasana pencanangan kampanye imunisasi MR di MTsN 10 Sleman. (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 1 Agustus 2017 10:34 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

JOKOWI DI JOGJA
"Seumur-umur Belum Pernah Madrasah Ini Kedatangan Pejabat..."

MTsN 10 Sleman punya tamu kehormatan

Solopos.com, SLEMAN- MTsN 10 Sleman punya tamu kehormatan. Selama madrasah itu berdiri, baru hari ini didatangi tamu kenegaraan.

Wajah Busyroni Majid tampak sumringah. Kepala Madrasah Tsanawiyah Babadan atau MTsN 10 Sleman itu tampak bahagia. Betapa tidak, hari ini Selasa (1/8/2017) madrasah yang dia pimpin saat ini bakal menorehkan sejarah baru.

Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi akan berkunjung ke madrasah yang lokasinya agak menjorok di wilayah pemukiman itu. “Mimpi saja tidak, tapi ini suatu sejarah. Seumur-umur belum pernah madrasah ini kedatangan pejabat negara apalagi presiden,” katanya saat ditemui Solopos.com, Senin (31/7/2017).

Padahal dibandingkan madrasah lain, sebenarnya MTs itu masih kalah pamor. Sebab dari segi ranking, madrasah itu berposisi di ranking 15 dari 95 Mts di DIY. “Tidak bagus bagus amat tapi tidak jelek-jelek amat,” katanya merendah.

Sejak 14 Juli lalu, madrasah itu di survey sejumlah dinas. Mereka melakukan survey kelayakan lokasi pencanangan program Imuninsasi MR tahun ini. Kepastian perlehatan tersebut diterima sepekan terakhir, termasuk kedatangan Jokowi. Kabar gembira tersebut pun disampaikan kepada siswa dan orangtua siswa.

Gayung bersambut. Para guru bersama orangtua siswa bahu membahu membenahi madrasah. Setiap sudut madrasah dipermanis. Tamanisasi dilakukan untuk mempercantik madrasah. “Tanpa disuruh, banyak orangtua siswa yang membawa bunga. Mereka antusias menyambut pak Jokowi,” katanya.

Tak hanya itu, demi memberikan pelayanan terbaik bagi orang nomor satu di Indonesia itu pihak madrasah menyiapkan ruang transit VVIP termasuk fasilitas toilet VVIP. Sayang, Busyroni malu-malu mengatakan biaya persiapan menyambut tamu kenegaraan itu. “Sementara kami talangi dulu, sebagai tuan rumah, yang ketempatan, kami ingin memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Baginya persiapan sudah dilakukan secara maksimal. Meski begitu, dia sejak awal sudah mewanti-wanti agar warga madrasah termasuk orangtua tidak kecewa bila yang datang bukan Jokowi.

“Yang jelas ini pengalaman berharga bagi kami untuk menyambut tamu negara. Seperti terperanjat dari mimpi,” katanya sambil tersenyum.

Marfiah, Humas MtsN 10 juga memiliki pandangan yang sama. Baginya, siapapun yang datang apakah itu pak presiden ataupun Menteri Kesehatan, madrasah tetap mendapat berkah.

Pernyataan Marfiah bukan bualan semata. Balai Ketahanan Pangan DIY bahkan memasukkan MTsN 10 sebagai kandidat Sekolah Sehat 2018. “Syukur-syukur ada promo gratis. Pak Jokowi belum datang saja sudah banyak instansi dan media yang datang,” ujarnya.

Kampanye Imunisasi MR digalakkan pemerintah tahun ini untuk memutus mata rantai penyakit measles (campak) dan rubella yang sangat berbahaya. Selain menyebabkan kesakitan pada penderitanya, penyakit campak dan rubella juga menimbulkan kecacatan, salah satunya menyebabkan cacat otak.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sleman, selama 2016 kasus campak di Sleman tercatat 72 kasus dan rubella sebanyak 100 kasus. Sedangkan tahun 2017 ini, data terakhir tercatat ada 70 kasus campak dan 28 kasus rubella.

“Jumlah kasus campak dan rubella di Sleman ini bukan angka yang kecil. Perlu mendapatkan perhatian serius salah satunya dengan mendukung program imunisasi MR,” kata Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Sleman Novita Krisnaeni.

SD MUHAMMADIYAH PK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Sejarah ”Pahitnya” Garam Nusantara

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (1/8/2017). Esai ini karya M. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Gonjang-ganjing garam dalam beberapa pekan terakhir masih terasa. Pepatah ”bagai…