Presiden RI Joko Widodo meresmikan pencanangan imunisasi MR secara nasional. Peresmian ditandai dg pemukulan gong di MTsN 10 Sleman, Selasa (1/8/2017). (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja) Presiden RI Joko Widodo meresmikan pencanangan imunisasi MR secara nasional. Peresmian ditandai dg pemukulan gong di MTsN 10 Sleman, Selasa (1/8/2017). (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 1 Agustus 2017 11:34 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Peristiwa Share :

JOKOWI DI JOGJA
Pesan Jokowi, Jangan Remehkan Campak dan Rubella

Presiden RI Joko Widodo meresmikan pencanangan imunisasi MR secara nasional

Solopos.com, SLEMAN– Presiden RI Joko Widodo meresmikan pencanangan imunisasi MR secara nasional. Peresmian ditandai dg pemukulan gong di MTsN 10 Sleman, Selasa (1/8/2017).

Menurut Jokowi, menjaga anak dan membuat anak-anak tetap sehat merupakan tugas orangtua dan negara.

Anak perlu dididik, dijaga dan diayomi. Terutama dari berbagai penyakit   mematikan. “Campak rubella terbukti sangat berbahaya kalo dibiarkan,” katanya.

Di Indonesia, jelas Jokowi, kurang dari 1% atau hanya 0,05% saja anak yang mendapatkan imunisasi MR. “Idealnya 95 persen harusnya anak dapat MR. Bahkan seharusnya 100%,” jelasnya.

Dia meminta agar masyarakat tidak meremehkan MR. Keduanya bisa berbahaya jika dibiarkan dalam jangka panjang. Tanpa MR bayi bisa lahir dengan cacat bawaan. “Jangan meremehkan campak dan rubella. Harus hati-hati,” katanya berkali-kali.

Jokowi mendukung penuh pencanangan imunisasi secara nasional itu agar bebas dari campak rubella. Indonesia sendiri ditargetkan bebas dari campak dan rubella pada tahun 2020 mendatang.

Menurut Jokowi, imunisasi bukan barang baru.  Di Indonesia sudah dilakukan berkali-kali dan terbukti. “Imunisasi cacar, polio, tetanus diberikan dan berhasil. Sekarang pun dg niat yg baik bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Imunisasi MR diberikan untuk melindungi masa depan anak-anak Indonesia. Dari anak usia 9 hingga15 thn. Seluruh kementerian terkait diminta untuk turun dan menjelaskan pentingnya imunisasi MR.

“Komunikasikan dengan orangtua madrasah pesantren bahwa imunisasi itu baik. Gandeng seluruh sekolah madrasah semua orangtua,” ajaknya.

Bank Panin, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…