Antrean kendaraan roda empat menumpuk di simpang tiga Brumbung, Tanon, Sragen, Selasa (1/8/2017). (Istimewa/Giyanto/Warga Plupuh Sragen) Antrean kendaraan roda empat menumpuk di simpang tiga Brumbung, Tanon, Sragen, Selasa (1/8/2017). (Istimewa/Giyanto/Warga Plupuh Sragen)
Selasa, 1 Agustus 2017 20:35 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

INFRASTRUKTUR SRAGEN
3 Pekan Mandek, Proyek Jalan Sidoharjo-Gemolong Dikeluhkan Warga

Infrastruktur Sragen, proyek perbaikan jalan Sidoharjo-Gemolong sudah tiga pekan mandek.

Solopos.com, SRAGEN — Proyek lanjutan peningkatan kualitas jalan Sidoharjo-Gabugan-Gemolong senilai Rp14,27 miliar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mandek selama tiga pekan terakhir.

Sejumlah galian di wilayah Brumbung, Jl. Gabugan-Gemolong, dibiarkan menganga tanpa tindak lanjut pekerjaan. Kondisi tersebut dikeluhkan warga sekitar karena mengganggu kepentingan umum.

Seorang tokoh masyarakat setempat, Giyanto, kepada Solopos.com, Selasa (1/8/2017), menyayangkan pekerjaan pengerasan jalan tidak dilanjutkan selama tiga pekan terakhir. Dia menilai mandeknya pekerjaan proyek senilai Rp14,27 miliar itu mengganggu pengguna jalan dan warga.

“Bekas galian itu mengganggu pemilik kios atau toko di pinggir jalannya karena tidak bisa bongkar muat barang di depan toko. Kalau tidak segera diperbaiki mestinya rekanan tidak perlu membuat galian dulu. Kalau sudah digali itu seharusnya segera diperbaiki agar tidak mengganggu pengguna jalan. Galian sedalam 30 sentimeter itu juga bisa berpotensi terjadi kecelakaan lalu lintas,” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Sragen itu.

Giyanto menyampaikan masih untung ada warga yang bekerja sukarela mengatur lalu lintas dengan buka tutup jalan. Dia mengatakan jarak antara buka tutup jalan itu cukup panjang sehingga sampai terjadi antrean kendaraan, terutama roda empat.

“Kalau tidak ada yang mengatur lalu lintas terus kondisi di jalan itu entah sudah seperti apa. Coba si pemborong itu suruh bayar petugas pengatur jalan! Kok tidak ada yang berpikir sampai ke situ,” imbuh Giyanto yang juga seorang pengusaha material proyek.

Dia menjelaskan jalan Gabugan-Gemolong itu merupakan jalan provinsi dan menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Berdasarkan papan keterangan proyek, pekerjaan itu dilaksanakan PT Semarang Multi Cons.

Pekerjaan peningkatan jalan sepanjang 3 km itu dilaksanakan selama 240 hari (24 Februari-22 Oktober 2017). “Karena sudah tidak dikerjakan selama tiga pekan ya boleh dikatakan mangkrak begitu saja,” ujarnya.

Sementara itu, seorang petugas piket Balai Pelaksana Teknis Jalan Wilayah Purwodadi yang enggan disebut namanya saat dihubungi Solopos.com lewat telepon kantornya mengaku tidak tahu menahu administrasi pekerjaan jalan Sidoharjo-Gabugan-Gemolong.

“Ini para pejabatnya keluar semua. Saya hanya penjaga piket dan tidak tahu administrasinya,” ujarnya seraya menutup teleponnya.

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…