Sejumlah truk beroperasi di lokasi pembangunan Waduk Gonseng di Kecamatan Temayang, Bojonegoro. (JIBI/Solopos/Antara/Slamet Agus Sudarmojo) Sejumlah truk beroperasi di lokasi pembangunan Waduk Gonseng di Kecamatan Temayang, Bojonegoro. (JIBI/Solopos/Antara/Slamet Agus Sudarmojo)
Selasa, 1 Agustus 2017 23:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

INFRASTRUKTUR BOJONEGORO
80 Ha Lahan Disiapkan untuk Merelokasi Warga Terdampak Proyek Waduk Gonseng

Waduk Gonseng Bojonegoro dibangun.

Solopos.com, BOJONEGORO — Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Provinsi Jawa Timur akan meninjau tanah seluas 80 hektare di Kecamatan Ngambon dan Kedewan Kabupaten Bojonegoro yang akan dimanfaatkan sebagai pengganti tanah Perhutani yang dimanfaatkan Waduk Gonseng.

“Tim Dishutbun Jatim akan melakukan peninjauan lapangan untuk evaluasi tanah pengganti seluas 80 hektare pada Rabu [2/8/2017] dan Kamis [3/8/2017],” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Bojonegoro Edi Susanto, di Bojonegoro, Selasa (1/8/2017).

Dia menjelaskan Tim Dishutbun meninjau lapangan tanah pengganti seluas 80 hektare itu untuk melihat kelayakannya sebagai tanah pengganti seluas 50 hektare di Kecamatan Temayang yang akan dimanfaatkan merelokasi warga.

Warga yang harus direlokasi dengan jumlah 260 kepala keluarga (KK) atau sekitar 830 jiwa warga Desa Kedungsari dan Papringan, keduanya di Kecamatan Temayang, menempati tanah  seluas 60 hektare.

Tanah milik warga yang dibebaskan seluas 60 hektare sebagian untuk genangan air, sebagian lainnya untuk sabuk hijau.

“Secara prinsip warga yang terkena dampak pembangunan Waduk Gonseng sudah setuju direlokasi di tempatnya yang baru di atas tanah milik Perhutani, karena lokasinya tidak jauh dari lokasi yang lama,” kata dia, menjelaskan.

Sesuai data pembangunan Waduk Gonseng yang dikerjakan PT Hutama Karya sudah mencapai 45 persen per akhir Juli. “Pembangunan Waduk Goseng sekarang masuk tahap pembangunan bendungan juga pekerjaan lainnya dengan target selesai 2019. Pemkab mengharapkan proses relokasi warga bisa dilaksanakan secepatnya,” tuturnya.

Sesuai data teknis, Waduk Gongseng luasnya 448,24 hektare dengan luas genangan 346 hektare. Waduk yang mampu menampung air sekitar 23 juta meter kubik, mampu mengairi areal pertanian seluas 6.191 hektare, selain bisa sebagai penyedia air baku sekitar 300 liter/detik.

“Balai Besar Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah, juga memperbaiki saluran irigasi Waduk Pacal untuk menunjang pembangunan Waduk Gonseng,” ujar Kepala Bidang Operasi Dinas PU Sumber Daya Air Masahid.

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…