Ilustrasi (Dok/JIBI/Solopos) Ilustrasi (Dok/JIBI/Solopos)
Selasa, 1 Agustus 2017 11:22 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

IMUNISASI MEASLESS RUBELLA
Dinkes Jogja Klaim Tidak Ada Penolakan

Imunisasi Measless Rubella dijadwalkan di Kota Jogja

Solopos.com, JOGJA — Dinas Kesehatan Kota Jogja siap menggelar imunisasi Rubella serentak yang dimulai hari ini, Selasa (1/8/2017). Pencanangan imunisasi Rubella akan dilaksanakan di SD Sapen yang akan dihadiri Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, pagi ini.

Baca Juga : Selasa, Imunisasi Measless Rubella Mulai Dilaksanakan

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Jogja, Agus Sudrajat mengatakan imunisasi yang akan berlangsung selama Agustus-September itu akan diawali dari sekolah. Pihaknya sudah menggandeng sejumlah pihak untuk mensukseskan program imunisasi Rubella tersebut.

Total anak yang masuk kriteria wajib imunisasi di Kota Jogja sebanyak 103.151 orang. Mereka berusia sembilan bulan sampai usia 15 tahun. Petugas Dinas Kesehatan akan mendatangi langsung sekolah-sekolah selama Agustus. Setelah itu, layanan imunisasi akan dilakukan di Pos Pelayanan Kesehatan Terpadu (Posyandu) di semua wilayah. Selain itu imunisasi juga akan dilayani di sejumlah rumah sakit swasta.

Sejauh ini diakui Agus, tidak ada penolakan imunisasi seperti yang santer di media massa. “Mungkin [penolakan] di luar Kota Jogja, kalau di Jogja sejauh ini semua menerima. Imunisasi ini juga mendapat jaminan dari Majelis Ulama Indonesia,” kata Agus, Senin (31/7/2017).

Kesiapan imunisasi Rubella juga terlihat di Puskesmas Mergangsan. Petugas Puskesmas sudah mendata ada 19 Taman Kanak-kanak (TK), 11 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dan Kelompok Bermain (KB), 12 sekolah dasar, dan lima sekolah menengah pertama (SMP) yang menjadi sasaran imunisasi. Totalnya ada 5.700 anak yang akan diimunisasi di wilayah Mergangsan.

“Kita targetkan sehari bisa melayani 300-500 anak,” kata Kepala Puskesmas Mergangsan, Abdul Latief, kemrin.

Rencananya pembukaan imunisasi di Mergangsan akan dimulai dari TK Karangkajen. Ia mengklaim rencana imunisasi ini sudah disosialisasikan dan mendapat respon positif dari masyarakat.  Setelah dari sekolah, pihaknya juga akan menyisir ke kampung-kampung untuk memastikan tidak ada anak yang terlewatkan untuk imunisasi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Fita Yulia Kisworini mengingatkan kepada masyarakat pentingnya imunisasi campak-rubella karena penyakit tersebut dapat menyebabkan komplikasi yang serius, bahkan kematian. Bahkan jika mengenai ibu hamil berpotensi menular pada janin dan menghambat tumbuh kembang anak.

Karena itu, sejak kecil perlu kekebalan tubuh untuk menghambat penyakit dengan ciri-ciri bintik merah di badan tersebut, salah satunya melalui imunisasi. Fita menyatakan tidak ada obat penyakit rubella dan cmpak, namun penyakit tersebut dapat dicegah dengan imunisasi.

Distributor Simas & Bimoli, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menjaga Etika, Menjaga Eksistensi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (14/8/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO — Pada Sabtu-Senin (5-7/8/2017) lalu saya menghadiri pertemuan majelis etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) se-Indonesia di Jakarta. Sejak organisasi…