Calon haji asal Purbalingga antre pengecekan dokumen saat tiba di Aula Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Kamis (27/7/2017). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) Calon haji asal Purbalingga antre pengecekan dokumen saat tiba di Aula Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Kamis (27/7/2017). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Selasa, 1 Agustus 2017 17:15 WIB Ivan Andimuhtarom/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

HAJI 2017
Calhaj Bawa Rokok Lebih dari 200 Batang Didenda Rp35 Juta

Calhaj tak boleh bawa rokok lebih dari 200 batang.

Solopos.com, BOYOLALI — Pemerintah Arab Saudi melarang jemaah calon haji (calhaj) membawa rokok lebih dari 200 batang selama menjalani ibadah haji 2017. Jemaah calhaj yang melanggar bakal dikenai denda senilai 10.000 rial atau setara Rp35 juta.

Tahun lalu, jemaah calhaj dibebaskan membawa berapapun batang rokok. Kasubbag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Badrus Salam, mengatakan imbauan tak membawa rokok banyak-banyak diberikan Pemerintah Arab Saudi baru-baru ini.

Pihak PPIH segera mengumumkan hal itu kepada jemaah calhaj yang tiba di asrama haji. “Ada beberapa orang yang langsung melapor. Dua jemaah kloter lima asal Kota Pekalongan dan satu jemaah kloter tujuh asal Kabupaten Pekalongan,” ujarnya saat ditemui di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Selasa (1/8/2018).

Jemaah calhaj kloter 11 asal Kebumen juga ada yang melapor pada PPIH. Jemaah merasa takut karena denda yang harus dikeluarkan tidak sedikit. “Rokoknya minta dikeluarkan. Kalau telanjur sampai Arab Saudi, mereka tak bisa mengelak dari denda,” kata dia.

Setelah pemeriksaan bagasi jemaah hingga kloter 18, petugas menemukan total 73 slof rokok. Rokok tersebut dibawa oleh 36 jemaah calhaj. “Satu jemaah hanya boleh membawa maksimal satu slof rokok agar tidak dikenai denda,” terangnya.

Salah seorang jemaah calhaj Kloter 18 Kota Semarang, Reza Rahadian, 30, mengatakan kebijakan itu bisa mengurangi risiko rokok bagi kesehatan. “Kebijakan itu tentu untuk kebaikan jemaah sendiri. Kebetulan saya juga enggak merokok,” ujar┬ádia.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…