Kedua pemain PPLP Sepak Bola Jateng, Gusti Setyawan (kiri) dan Tegar Infanteri saat berlatih di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (3/3/2017). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com) Dua pemain PPLP Sepak Bola Jateng, Gusti Setyawan (kiri) dan Tegar Infanteri saat berlatih di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (3/3/2017). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)
Selasa, 1 Agustus 2017 21:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

POPNAS 2017
PPLP Sepak Bola Jateng Terancam Timpang

Pekan Olahraga Pelajar tingkat Nasional (Popnas) akan digelar di Semarang, Jateng, September 2017.

Solopos.com, SEMARANG – Kekuatan tim Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sepak Bola Jawa Tengah (Jateng) terancam tereduksi saat menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017 di Semarang, September mendatang. Kondisi itu tak lain karena beberapa pemain pilarnya terancam tidak bisa tampil karena harus membela Timnas Pelajar pada kejuaraan di Iran.

Tim PPLP Sepak Bola Jateng baru saja meraih prestasi membanggakan pada Kejuarnas PPLP di Pekanbaru, Riau, Senin (31/7/2017). Skuat besutan Ashadi itu tampil sebagai jawara setelah pada partai final membungkam perlawanan PPLP Ragunan 3-1.

Prestasi itu pun seakan menjadi pelepas dahaga bagi PPLP Sepak Bola Jateng, setelah pada dua musim sebelumnya secara beruntun hanya mampu meraih predikat runner up karena selalu kalah dari PPLP Aceh di partai puncak.

Namun, kemenangan itu juga menjadi dilema bagi PPLP Sepak Bola Jateng karena banyak pemainnya yang menjadi incaran pemandu bakat Timnas Pelajar, hingga terancam tak bisa tampil memperkuat Jateng pada Popnas 2017.

“Tahun lalu saja kami juara kedua di Kejurnas PPLP, tiga pemain kami diambil oleh Timnas Pelajar. Kalau tahun ini bisa juara, tentunya yang diminta memperkuat timnas juga bakal lebih banyak. Saya perkirakan ada 3-5 pemain kami yang akan dipanggil Timnas Pelajar,” tutur Asisten Pelatih PPLP Jateng, Andreas Tri Widagdo, saat dihubungi Semarangpos.com, Selasa (1/8/2017).

Kendati khawatir kekuatan timnya akan tereduksi saat Popnas 2017 nanti, Andreas mengaku tidak akan kebingungan. Ia sudah menyiapkan strategi seandainya para pemain pilarnya benar-benar dipanggil memperkuat timnas dan tidak bisa bermain di Popnas 2017.

“Kami sudah merancang strategi. Salah satunya dengan memanggil beberapa pemain dari Persiku Kudus Jr. [Junior]. Persiku Jr. memiliki materi pemain yang bagus dan baru saja menjuara Piala Soeratin Jateng,” ujar Andreas.

Pada Popnas 2017 nanti, tim sepak bola Jateng memiliki target cukup tinggi, yakni mempertahankan medali emas. Pada Popnas sebelumnya yang digelar di Jabar, 2015, tim pelajar Jateng yang saat itu diperkuat gelandang PSMS Medan, Ferdyan Wahyu dan Roni Sugeng, berhasil meraih medali emas setelah di final mengalahkan tim tuan rumah.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…