Linda Susanti, memamerkan delapan busana bernuansa glamor dan elegan di atas panggung pagelaran busana bertajuk Jogja Rendezvous yang dilaksanakan di Jogja City Mall pada beberapa waktu lalu. (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 1 Agustus 2017 20:20 WIB Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Glamour dan Elegan dalam Balutan Tokoh Pewayangan

Linda Susanti, memamerkan delapan busana bernuansa glamour dan elegan

Solopos.com, JOGJA- Linda Susanti, memamerkan delapan busana bernuansa glamor dan elegan di atas panggung pagelaran busana bertajuk Jogja Rendezvous yang dilaksanakan di Jogja City Mall pada beberapa waktu lalu.

Seperti sejumlah karyanya sebelumnya, Linda kembali mengangkat budaya Jawa dengan inovasi yang ia garap dengan cantik dan memukau.

Salah satu perancang busana asal kota Jogja itu terus melakukan inovasi pada setiap rancanganya dari waktu ke waktu. Ia pun masih konsisten untuk mengembangkan busana tradisional Jawa, yakni kebaya menjadi busana yang dapat selalu digunakan di setiap moment.

Sejak 2010 lalu, Linda fokus menggarap desain Griya Ageman, band lokal Jogja miliknya. Dalam kesempatan tersebut, Linda mengangkat tema ‘Sangkara’ yang ia ambil dari Bahasa Sanskerta. Istilah tersebut memiliki arti yang dapat merepresentasikan maha karya terbarunya tersebut.

Sangkara bermakna Pembawa Keberuntungan atau Kebahagiaan. Dengan begitu, siapapun perempuan yang menggunakan ageman tersebut akan memiliki poin keberuntungan yang lebih banyak.

Linda mengakui, setelah delapan tahun terakhir dirinya terus konsisten untuk menggarap busana-busana kebaya yang menjadi ciri khas masyarakat Jawa.

Berbagai inovasi ia lakukan untuk mengembangkan berbagai nilai-nilai lokal yang dimiliki masyarakat untuk kemudia ia tuangkan dalam karya rancangannya. Seperti kali ini ia menghadirkan tokoh-tokoh pewayangan dalam sastra Jawa seperti Rama dan Shinta.

“Saya berharap masyarakat dapat menyukai motif -motif tokoh wayang yang sangat kaya akan pesan moral, seperti halnya motif batik yang memiliki arti atau makna tersendiri di setiap corak atau motifnya,” terang Linda kepada Solopos.com, di sela kegiatan.

Linda melanjutkan, menurutnya kain batik saat ini sudah dapat diterima dengan sangat baik di tengah masyarakat khususnya masyarakat Jawa dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Untuk itu, dengan mengenalkan tokoh pewayangan, ia pun berharap tokoh-tokoh pewayangan  juga dapat terangkat di masyarakat saat ini dan juga masyarakat dapat lebih bisa mengenal budaya asli Indonesia khususnya untuk generasi muda untuk dapat lebih mencintai budayanya.

Sejumlah material yang ia gunakan yakni seperti Lace, Silk, dan Organdi. Untuk menarik perhatian dan tentunya mempercantik busana rancangannya itu ia juga mengaplikasikan payet dan Swarovski. Material yang ia gunakan tersebut menambah kesan glamour dan eksklusif.

Selain sejumlah material dasar yang ia gunakan tersebut, ia juga menggunakan bahan batik Prada serta ornament Motif Bali yang dipadukan pada setiap rancangannya tersebut.

lowongan pekerjaan
BMT ALFA DINAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…