Alat berat memasang tiang pancang untuk pembangunan proyek jalan layang di kawasan Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, akhir pekan lalu. Pemerintah berencana menyuntikkan dana kepada perusahaan milik negara yang berkegiatan usaha mengelola bandara, pelabuhan, kereta api dan sebagainya pada tahun ini guna percepatan pembangunan infrastruktur. (Rahmatullah/JIBI/Bisnis) Alat berat memasang tiang pancang untuk pembangunan proyek jalan layang di kawasan Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, akhir pekan lalu. Pemerintah berencana menyuntikkan dana kepada perusahaan milik negara yang berkegiatan usaha mengelola bandara, pelabuhan, kereta api dan sebagainya pada tahun ini guna percepatan pembangunan infrastruktur. (Rahmatullah/JIBI/Bisnis)
Selasa, 1 Agustus 2017 21:30 WIB Irene Agustine/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

Begini Kemungkinan Bentuk Investasi Dana Haji, Termasuk Infrastruktur

Pemerintah masih mengkaji berbagai bentuk dan batasan investasi dana haji, termasuk untuk proyek infrastruktur.

Solopos.com, JAKARTA — Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan batasan minimal investasi langsung dalam pengelolaan dana haji masih dibahas.

Wapres menjelaskan UU No. 34/2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji telah mengatur beberapa instrumen yang diperbolehkan untuk menyimpan dana haji, salah satunya investasi langsung. Namun, besaran investasi tersebut belum ditetapkan.

“Sudah ada di UU nya itu konsepnya, dan ada usulan-usulan bahwa kalau investasi langsung itu hanya 10%, tapi kecil. Nanti akan dibicarakanlah,” katanya seusai bertemu pengurus Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Kantor Wakil Presiden, Selasa (1/8/2017).

Menurut Wapres, investasi langsung yang diharapkan dalam pengelolaan haji tidak hanya terbatas untuk investasi infrastruktur. Investasi itu bisa berbentuk lain yang menawarkan imbal hasil menguntungkan.

Namun, Wapres menegaskan bahwa penempatan dana investasi tersebut harus dilakukan dengan memenuhi syarat-syarat yang diatur dalam UU, seperti harus berbasis syariah dan aman.

“Salah satu yang memenuhi syarat itu, katakanlah beli saham atau bikin perusahaan untuk jalan tol kan itu terus income-nya. Karena ini jemaah ini 20 tahun menabung,” jelasnya.

Dia mencontohkan bagaimana Malaysia yang mampu mengelola dana hajinya dengan baik. Meskipun ukuran negara Malaysia hanya sepersepuluh Indonesia, namun dana investasi haji yang dikelolanya jauh lebih besar dan menguntungkan.

Pasal 48 ayat 1 UU No. 34/2014 menyebut penempatan dan/atau investasi keuangan haji dapat dilakukan dalam bentuk produk perbankan, surat berharga, emas, investasi langsung dan investasi lainnya. Adapun, Wapres memastikan investasi dana haji dilakukan secara hati-hati, mengikuti ketentuan syariah dan dikembalikan kembali manfaatnya kepada jamaah haji.

Sebelumya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin agar dana haji yang tersimpan di pemerintah bisa diinvestasikan untuk pembangunan infrastruktur. Namun, prinsip investasi tersebut harus mengedepankan unsur kehati-hatian.

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…