Panen garam di area pertanian garam Desa Kedungmalang, Jepara, Jateng, Kamis (20/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho) Panen garam di area pertanian garam Desa Kedungmalang, Jepara, Jateng, Kamis (20/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)
Selasa, 1 Agustus 2017 20:30 WIB M. Nurhadi Pratomo/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

Atasi Kelangkaan, 37 Kontainer Garam Dikirim dari NTT

Sebelum mengimpor, pemerintah mendatangkan 37 kontainer garam dari NTT untuk mengatasi kelangkaan garam.

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah mengupayakan pemenuhan pasokan garam dari dalam negeri sambil menunggu realisasi impor garam yang telah diberikan kepada PT Garam. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjelaskan harga garam akan kembali setelah pasokan tercukupi.

Selain impor, pihaknya juga telah mengupayakan pemenuhan pasokan dari domestik. “Di luar itu [impor] juga produksi lokal yang dari NTT dengan melalui gerai maritim itu berjalan dan terus masuk,” ujarnya di Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Mendag menyebut saat ini produksi garam di dalam negeri juga terus berjalan. Akhir pekan lalu, Program Gerai Maritim Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendapatkan pasokan 14 kontainer garam.

Direktur Logistik dan Sarana Distrribusi Kemendag Sihard Hadjopan Pohan mengungkapkan pasokan garam itu didapatkan dengan memanfaatkan tol laut. Kapal Motor Logistik Nusantara 1 yang telah bersandar di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, akhir pekan kemarin. Diharapkan, gelontoran tersebut mampu mencegah dan meredam kenaikan harga garam konsumsi.

Pohan memaparkan pasokan garam tersebut akan didistribusikan kepada PT Sumatraco (Surabaya) sebanyak 100 ton garam curah, UD Bayu Tirta Samudra (Pati) sebanyak 80 ton garam curah dan 20 ton garam iodium, serta CV Karya Barokah (Pati) sebanyak 80 ton garam curah. “Sampai saat ini, telah ada 37 kontainer garam di Sabu, Nusa Tenggara Timur, yang siap diangkut.”

Seperti diketahui, Jumat (28/7/2017), Kementerian Perdagangan menugaskan PT Garam untuk mengimpor 75.000 ton garam bahan baku untuk garam konsumsi. Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebut impor garam dilakukan mengingat adanya kondisi khusus.

Jumlah produksi dalam negeri saat ini jauh dari kondisi normal. Biasanya, dalam sebulan mampu dihasilkan sekitar 166.000 ton garam konsumsi per bulan namun berdasarkan hasil verifikasi produksi Mei 2017—Juli 2017 hanya 6.200 ton.

CV.TIGA SELARAS BERSAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kepada H.B. Jassin

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (31/7/2017). Esai ini karya Hanputro Widyono, editor buku Jassin yang Kemarin (2017) dan  berstatus mahasiswa di Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah hanputrowidyono@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Jassin…