Suasana pencanangan kampanye imunisasi MR di MTsN 10 Sleman. (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja) Suasana pencanangan kampanye imunisasi MR di MTsN 10 Sleman. (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 1 Agustus 2017 10:47 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

385 Siswa MTsN 10 Siap Jadi Pelopor Pencanangan Imunisasi MR oleh Presiden

MTsN 10 Sleman menjadi lokasi pencanangan Kampanye Imunisasi MR

Solopos.com, SLEMAN – MTsN 10 Sleman menjadi lokasi pencanangan Kampanye Imunisasi MR. Sebangak 385 siswa siswi madrasah tersebut siap untuk mendapat imunisasi tersebut.

Baca juga : JOKOWI DI JOGJA : “Seumur-umur Belum Pernah Madrasah Ini Kedatangan Pejabat…”

Kepala MTsN 10 Sleman Busyroni Majid mengatakan pihaknya tidak menyampaikan program tersebut kepada para siswa. Tetapi juga menginformasikan program pemerintah tersebut kepada para orangtua siswa. “Mereka antusias dan tidak ada penolakan,” jelasnya kepada Solopos.com, Senin (31/7/2017).

Pihaknya juga sudah melakukan pendataan. Dari 385 siswa yang terdaftar, hanya dua anak yang melaporkan jika saat kecil sudah mendapatkan imunisasi tersebut.

Hal itu berdasarkan data yang dimiliki. “Kami sudah konsultasikan dengan dokter, kalaupun diberi imunisasi MR lagi tidak masalah. Justru akan jadi penyangga atau boster bagi si anak,” ujar dia.

Selama proses pemberian imunisasi, lanjutnya, siswa siswi akan mendapatkan pendampingan dari guru kelas dan para darma wanita madrasah. “Segala persiapan sudah kami lakukan, tinggal pelaksanaannya,” ujar Busyroni.

Sementara itu, selama kampanye imunisasi MR Dinkes Sleman menyasar sebanyak 245.453 anak terdiri dari 690 TK, 580 SD, 132 SMP, 302 PAUD, dan 1476 Posyandu di Sleman.

“Imunisasi masal ini untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun,” kata Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Sleman Novita Krisnaeni.

Menurutnya, penyakit measles (campak) dan rubella merupakan penyakit berbahaya. Selain menyebabkan kesakitan pada penderitanya, penyakit campak dan rubella juga menimbulkan kecacatan, salah satunya cacat otak.

PT TUGU BETON SEMESTA ABADI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Subsidi Ruang Publik bagi PKL

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (28/7/2017). Esai ini karya Murtanti J.R., dosen di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah mjanirahayu@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Pada pertengahan Juli lalu Pemerintah Kota Solo…