Menteri Kesehatan melihat proses imunisasi Measles Rubella di Madrasah Tsanawiyah Negeri 10, Jl. Damai, Sleman, Selasa (1/8). Pemerintah berkomitmen untuk menghilangkan penularan dan populasi virus campak dan rubella di tahun 2020 serta mengkampanyekan pemberian imunisasi tersebut pada anak usia sembilan bulan sampai usia di bawah 15 tahun, untuk menekan kejadian kasus campak (measles) dan rubella. (HArian JOgja/Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja) Menteri Kesehatan melihat proses imunisasi Measles Rubella di Madrasah Tsanawiyah Negeri 10, Jl. Damai, Sleman, Selasa (1/8). Pemerintah berkomitmen untuk menghilangkan penularan dan populasi virus campak dan rubella di tahun 2020 serta mengkampanyekan pemberian imunisasi tersebut pada anak usia sembilan bulan sampai usia di bawah 15 tahun, untuk menekan kejadian kasus campak (measles) dan rubella. (HArian JOgja/Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 1 Agustus 2017 18:55 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

1.370 Siswa di Jogja Ikut Imunisasi Measles Rubella

Pemerintah Kota Jogja menggelar pencanangan kampanye imunisasi measles rubella di SD Muhammadiyah Sapen

 

Solopos.com, JOGJA–Pemerintah Kota Jogja menggelar pencanangan kampanye imunisasi measles rubella di SD Muhammadiyah Sapen, Selasa (1/8/2018). Di sekolah tersebut ada sekitar 1.370 siswa yang diimunisasi measles rubella (MR).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Fita Yulia Kisworini mengatakan imunisasi measles (campak) rubella sangat penting dilakukan mengingat penyakit campak bisa mengakibatkan kematian.

“Efeknya bisa sampai kematian kalau tidak divaksin. Kalau terkena bisa menimbulkan komplikasi penyakit radang paru dan radang selaput otak,” jelasnya kepada wartawan di sela-sela pemberian imunisasi.

Sedangkan rubella, katanya, jika menyerang ibu hamil maka ada kemungkinan bayi yang dilahirkan bisa mengalami kecacatan. Kecacatan ini dikenal sebagai sindroma rubella kongenital, di antaranya meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian, serta keterlambatan pengembangan. Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, tapi penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi.

Terkait dengan penolakan beberapa pihak terhadap imunisasi measless rubella yang santer diberitakan media massa akhir-akhir ini, Fita mengaku pihaknya sampai saat ini belum menemukan ada penolakan dari sekolah mana pun. “Semoga semua menerima,” katanya.

Di Kota Jogja sendiri ada 103.151 anak yang masuk kriteria wajib imunisasi. Yang masuk kriteria adalah mereka yang berusia sembilan hingga 15 tahun. Petugas Dinas Kesehatan akan mendatangi semua sekolah, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai SMP selama bulan Agustus.

Setelah itu, layanan imunisasi akan dilaksanakan di Pos Pelayanan Kesehatan Terpadu (Posyandu) di semua wilayah Kota Jogja. “Dilaksanakan hingga September. Di bulan Agustus target yang diimunisasi sebanyak 82.000-an anak. Sisanya di Posyandu karena ada kemungkinan anak yang berusia 15 tahun lebih sedikit sudah masuk SMA,” ujar

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…