Aktivitas warga seusai ketinggian air surut di kawasan Bendung Karet, Tirtonadi Solo, Jumat (24/4/2015). (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos) Aktivitas warga seusai ketinggian air surut di kawasan Bendung Karet, Tirtonadi Solo, Jumat (24/4/2015). (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)
Senin, 31 Juli 2017 08:35 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

Warga Terdampak Bendung Karet Tirtonadi Solo Direlokasi ke Jeruksawit Mulai Agustus

Pemkot Solo memastikan warga terdampak proyek bendung karet Tirtonadi akan direlokasi mulai Agustus.

Solopos.com, SOLO — Proses relokasi warga bantaran Kali Anyar yang terdampak proyek embung dan bendung karet Tirtonadi Solo ditargetkan dimulai Agustus ini.

Relokasi dikerjakan bertahap secara pararel disesuaikan pembangunan hunian di lokasi. Wakil Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Relokasi, Trihono, mengatakan proses relokasi warga kini mendekati finalisasi. (Baca juga: 195 Hunian Bantaran Kali Anyar Dipindahkan ke Jeruksawit)

Selain telah merampungkan persyaratan administrasi mulai dari verifikasi calon penerima dana hibah bantuan sosial (bansos) hingga pembukaan buku rekening, tahapannya tinggal menunggu pencairan anggaran dari Pemkot. “Relokasi menunggu kesiapan lahan saja,” kata Trihono ketika berbincang dengan wartawan, Minggu (30/7/2017).

Lahan seluas 11.000 meter persegi di wilayah Jeruksawit, Kecamatan Gondarejo, Kabupaten Karanganyar, akan menjadi daerah tujuan relokasi warga bantaran Kali Anyar. Proses pembelian tanah saat ini tinggal menunggu pencairan anggaran dari Pemkot.

Setidaknya terdapat 195 hunian warga di bantaran Kali Anyar yang terdampak proyek embung dan bendung karet Tirtonadi. Mereka akan menerima dana total Rp34,2 juta per hunian, dengan hitungan Rp16 juta untuk membeli tanah 40 meter persegi, pengerasan lahan, serta sertifikat; Rp15 juta sebagai dana stimulan rangka bangunan dan atap; serta uang fasilitas umum (fasum) Rp3,2 juta.

Dana fasum ini untuk pemasangan listrik, jaringan air sumur dalam, jalan, dan fasum lainnya. Kompensasi diberikan bagi penerima berstatus warga Solo dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kepala Keluarga (KK). (Baca juga: BBWSBS Minta Relokasi Warga Bantaran Kali Anyar Kelar Agustus)

“Proses relokasi akan dikerjakan bertahap. Misalnya 60 hunian dipindah dulu sesuai dengan yang siap di sana [Jeruksawit],” katanya.

Relokasi dan pembongkaran bangunan hunian warga bantaran akan dikerjakan setelah lahan di Jeruksawit siap digunakan. Dengan demikian, proses relokasi berkesinambungan atau pararel dengan pengerjaan di lokasi Jeruksawit.

Pokja terus berkoordinasi dengan Pemkot dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) untuk percepatan relokasi termasuk penyiapan armada angkut bantuan dari Pemkot. “Besok [Senin, 30/7/2017] kami mau ke Karanganyar untuk mengurus RTRW [Rencana Tata Ruang Wilayah] di sana.”

Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan tengah mengebut penyelesaian relokasi warga bantaran di Kali Anyar terdampak proyek embung dan bendung karet Tirtonadi. Pemkot juga siap membantu menyedikan armada pengangkut sebagai salah satu upaya percepatan relokasi.

“Proses relokasi sekarang sedang berjalan di Pokja [kelompok kerja]. Kita juga berharap itu [relokasi] bisa dipercepat,” kata dia.

 

Kami Toko Cat Warna Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Masa Depan Keroncong

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (27/7/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, peserta Program Doktor di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo yang sedang menyusun disertasi tentang estetika keroncong karya Gesang. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Festival musik…