Suasana pelaksanaan pembuatan olahan ikan di Guwosari, Pajangan, Bantul, Minggu (30/7/2017). Kegiatan ini didampingi oleh UPN Veteran. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja) Suasana pelaksanaan pembuatan olahan ikan di Guwosari, Pajangan, Bantul, Minggu (30/7/2017). Kegiatan ini didampingi oleh UPN Veteran. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 31 Juli 2017 13:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

UPN Veteran Jogja Dampingi Petani Ikan Pajangan

UPN Veteran Jogja memberikan pendampingan bagi ratusan petani ikan di Desa Guwosari dan Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul

Solopos.com, SLEMAN – UPN Veteran Jogja memberikan pendampingan bagi ratusan petani ikan di Desa Guwosari dan Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul. Berbagai hasil olahan ikan tersebut turut dipamerkan dalam kegiatan Pentas Budaya di Dusun Kalak Ijo, Guwosari, Pajangan, Bantul, Minggu (30/7/2017).

Dosen UPN Veteran Jogja Tri Wibawa menjelaskan, program pendampingan di Guwosari dan Sendangsari, Pajangan sejatinya telah berlangsung sejak 2016 silam. Giat itu merupakan bagian dari Program Ipteks bagi Wilayah CSR (IbW-CSR) yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdi dari UPN Veteran, bekerjasama dengan Akademi Perikanan Yogyalarta, Pemda Bantul dan Bank BPD DIY. Dalam kegiatan itu melibatkan 67 mahasiswa KKN Tematik UPN dengan dibantu lima dosen pembimbing.

Pihaknya melihat potensi desa tersebut dengan secara khusus memberikan pendampingan bagi petani ikan. Pihaknya memberikan pelatihan berbagai tahapan melakukan budidaya ikan dari pembuatan kolam sampai dengan membuat pakan.

“Untuk 2016 berupa peningkatan kompetensi budidaya ikan bagi petani ikan yang meliputi pelatihan budidaya ikan, pembuatan kolam ikan dan pembuatan pakan ikan altenatif. Kami melibatkan mahasiswa dalam proses ini,” ungkapnya, Minggu (30/7/2017).

Ia menambahkan, pada 2016 itu tercatat ada 36 petani ikan di Pajangan yang disasar oleh program tersebut. Bentuknya, budidaya ikan tawar dari pembibitan, pembesaran hingga membuat pakan organik.

Sedangan pada 2017, kegiatan dilanjutkan dengan pemanfaatan hasil panen ikan untuk diolah menjadi bahan makanan. Respon petani ikan rupanya sangat antusias untuk diberikan materi disertai dengan praktik secara langsung. Alhasil, berbagai olahan dihasilkan dari bahan ikan, seperti sate ikan, abon ikan, bakso ikan, bothok ikan, keripik ikan dan lain-lain.

Pendampingan sepenuhnya diberikan dalam proses itu. “Ini ada sekitar 30 ibu-ibu rumah tangga yang ikut dalam pembuatan olahan ikan. Setelah panen, kami berikan pendampingan bagaimana agar ikan itu diolah dengan baik dan bisa dipasarkan,” imbuh dia.

Adapun pemasaran, lanjut Tri, dengan memanfaatkan potensi wilayah seputar Pajangan terutama daerah wisata. Sehingga ada simbiosis mutualisme dengan desa-desa lain. “Olahan ikan ini, meliputi pelatihan produksi, fasilitasi alat, pemasaran dan pendampingan,” ungkap dia.

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…