Ramli dan istrinya memohon kepada petugas agar diizinkan berangkat naik haji (Facebook) Ramli dan istrinya memohon kepada petugas agar diizinkan berangkat naik haji (Facebook)
Senin, 31 Juli 2017 11:45 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Sudah Ikut Tahap Akhir Pemberangkatan, Calhaj dari Padang Batal Berangkat

Kisah tragis ini tentang calon jemaah haji asal Padang yang gagal berangkat viral di media sosial.

Solopos.com, PADANG – Kisah tragis dan pilu mengikuti proses keberangkatan calon jemaah haji (calhaj) asal Padang. Calhaj bernama Ramli sudah menanbung selama tujuh tahun untuk berangkat haji. Tapi di saat pemeriksaan akhir ia dinyatakan gagal berangkat karena terbukti menderita gagal ginjal.

Cerita tentang Ramli viral di media sosial (medsos). Berdasarkan penulusuran Solopos.com, Minggu (30/7/2017), akun Muhammad Hawari Arsyahid mengunggah video, foto, dan cerita tentang Ramli yang gagal berangkat, Sabtu (29/7/2017).

Dalam unggahan akun Muhammad Hawari Arsyahid diterangkan Ramli adalah calhaj asal Padang  yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) satu. Ia dan istrinya histeris karena dinyatakan batal berangkat haji. Ramli didiagnosa mengalami gagal ginjal. Tragisnya, pembatalan keberangkatan Ramli itu di tahapan akhir sebelum ia terbang ke Madinah.

Ramli berprofesi sebagai dosen salah satu universitas negeri di Padang. Berdasarkan cerita, Ramli menabung selama tujuh tahun untuk bisa naik haji. Ramli tak habis pikir, di awal-awal pemeriksaan dan pendaftaran haji, ia selalu diloloskan. Bahkan ia sudah memakai gelang haji, namun pemeriksaan kesehatan akhir menyatakan ia tak lolos karena gagal ginjal.

Akun Muhammad Hawari Arsyahid mengunggah video momen-momen mengharukan saat petugas kesehatan mengumumkan Ramli gagal berangkat. Terekam juga respons istri Ramli yang memohon agar suaminya diizinkan berangkat. “Biarkan kami berangkat Bu, nanti kalau ada apa-apa di tanah suci, Ibu tidak perlu tanggung jawab, biar saya,” ucap istri Ramli memela, seperti terdengar dalam video.

Tak hanya memohon satu kali, istri Ramli juga terlihat mengejar mobil yang akan meninggalkan Embarkasi Padang. Ia sekali lagi memohon diikuti oleh Ramli yang tampak tak dapat membendung air mata.

Kisah tragis yang dialami Ramli itu mengundang simpati dari warganet. Mulai dari doa hingga motivasi agar Ramli dan istrinya tetap tabah membanjiri kolom komentar. “Saya yakin Allah SWT punya maksud lain dan kita tidak tahu. Hanya Allah yang tahu. Tapi yang pasti itu yang terbaik buat bapak ibu, sabar dan salat jadikan penolongmu,” tulis akun Muhammad Prabudi.

“Yang sabar ya Pak, yang penting nait sudah ikhlas, mungkin suatu saat Bapak bisa berangkat tanpa halangan, Amin,” tulis Ferawati Anwar.

Bapak, mohon bersabar, karena bapak telah berusaha semaksimal mungkin. Segala sesuatu serahkan sama yang kuasa. Bapam mungkin tidak menginjak tanah suci, di sisi lain, mungkin Allah sudah mensucikan segala dosa Bapak. Semoga bapak nanti melihat Kabah di Surga,tulis Rosminah.

Selain doa dan motivasi, ada juga warganet yang mempertanyakan manajemen pemberangkatan haji yang kurang cermat sehingga Ramli bisa lolos hingga tahap akhir hanya untuk mengetahui ia tak bisa berangkat. “Kenapa waktu pendaftaran diambil uangnya, sistemnya harus diubah kalau kayak gitu. Kasihan rakyatnya,” tulis Aris Rahman.

“Kalau memang persyaratan tidak memenuhi, kenapa diberiharapan palsu? Pas mau berangkat baru dilarang, panitianya saja yang salah,” tulis Artha’ Atta’ Marbun.

lowongan kerja
lowongan kerja Graha Printama Selaras (GPS), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Masa Depan Keroncong

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (27/7/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, peserta Program Doktor di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo yang sedang menyusun disertasi tentang estetika keroncong karya Gesang. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Festival musik…