Solopos Hari ini edisi Senin 31 Juli 2017 Solopos Hari ini edisi Senin 31 Juli 2017
Senin, 31 Juli 2017 10:30 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

SOLOPOS HARI INI
Waspada Serbuan Penipu Siber

Halaman utama Harian Umum Solopos hari ini, Senin (31/7/2017), membahas tentang bahaya penipuan siber.

Solopos.com, SOLO – Kepolisian membekuk sedikitnya 149 warna negara asing (WNA) yang mayoritas berasal dari Tiongkok atas dugaan kasus penipuan siber. Jaringan tersebut diduga baru separuh dari keseluruhan sindikat penipuan siber transnasional yang beroperasi di Indonesia.

Berita mengenai jaringan penipuan siber transnasional itu menjadi headline Harian Umum Solopos, Senin (31/7/2017). Selain berita tersebut ada liputan mengenai profil bos pakaian dalam, Agung BH, dan berita tentang aksi Pasoepati mengkritik PSSI.

Berikut ini cuplikan berita halaman utama Harian Umum Solopos edisi Senin 31 Juli 2017;

KEJAHATAN INTERNASIONAL: Waspada Serbuan Penipu Siber

Sedikitnya 149 warga negara asing (WNA) yang mayoritas berasal dari Tiongkok ditangkap di tiga kota karena menipu melalui siber. Serbuan penipu siber transnasional terjadi sejak beberapa tahun terakhir.

Indonesia kerap menjadi tempat beroperasi pelaku kejahatan siber, terutama asal Tiongkok dan Taiwan, karena aturan mengenai siber masih tergolong longgar. Dalam penggerebekan, Sabtu (29/7), Polri dan polisi Tiongkok menangkap 92 WNA di Surabaya, 27 WNA di Bali, dan 29 WNA di Jakarta. Mereka berasal dari Tiongkok, Taiwan, dan Malaysia.

”Informasinya, sudah satu tahun beroperasi di sini dan sebelumnya pernah di tempat lain di Denpasar. Ini penggerebekan serentak dengan Jakarta, Surabaya dan Batam. Untuk di Bali itu mereka raup keuntungan Rp20 triliun setahun, dengan gaji masing-masing Rp20 juta per bulan per orang,” kata Ketua Tim Satgasus Mabes Polri Kombes Pol. Turnagogo Sihombing seusai penggerebekan Jl. Puri Bendesa, Benoa, Bali, Sabtu (29/7) malam.

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com

AKSI PASOEPATI: Banjir Spanduk Kritik PSSI

Keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang menghukum Persis Solo dengan sanksi berlapis memantik kemarahan Pasoepati.

Kelompok suporter Persis ini mengkritik pedas PSSI lewat spanduk dan chant saat laga Persis melawan Sragen United yang berkesudahan 2-1 di Stadion Manahan, Minggu (30/7). Selain menyuarakan aspirasi, Pasoepati tak lelah meneriakkan nyanyian khas suporter untuk mendukung Rudiyana dkk. dari luar stadion.

Pasoepati terkena imbas sanksi PSSI menyusul kerusuhan suporter saat Persis bertandang ke markas PSIR Rembang, 16 Juli. Sanksi itu menyebut penonton atau suporter Persis tak boleh memasuki stadion di dua laga mendatang (lawan Sragen United pada 30 Juli dan Persiba pada 3 Agustus).

Hukuman tersebut semakin membuat Persis merana karena pada waktu bersamaan mereka dinyatakan kalah walk out (0-3) dari PSIR, pengurangan tiga poin, serta denda Rp100 juta karena menolak melanjutkan pertandingan.

Pantauan Espos, ribuan suporter Persis tetap menyambangi Stadion Manahan meski tak diperkenankan menonton pertandingan. Mereka membawa spanduk bertuliskan “PSSI=Mafia”.

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com

KIPRAH PEDAGANG: Agung BH, Bos Pakaian Dalam Bekas Kondektur

Selembar spanduk berbahan plastik atau MMT terpampang di sebuah kios di timur Alun-alun Utara (Alut). Bagi sebagian orang yang melihat, mungkin terbesit rasa menggelitik di dalam hatinya. MMT tersebut memuat gambar seorang pria berkumis yang memeluk kutang raksasa warna merah muda dengan wajah tersenyum dan tangan kirinya memamerkan jempol.

Di bawah gambar tersebut bertuliskan ”Agung BH”dengan font tebal warna kuning.

Sesosok pria tersebut tak lain adalah pemilik kios sekaligus juragan pakaian dalam bernama Agung BH. BH bukan singkatan namanya, namun nama beken yang merujuk kepada barang dagangan yang dijual.

Pemilik nama lengkap Agung Prakoso ini mengaku gambar tersebut memiliki makna filosofis yang cukup mendalam. Sebelum berubah menjadi logo yang sekarang, dia mengatakan logonya adalah seorang bayi di belakang kutang atau beha.

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com

Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menjaga Etika, Menjaga Eksistensi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (14/8/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO — Pada Sabtu-Senin (5-7/8/2017) lalu saya menghadiri pertemuan majelis etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) se-Indonesia di Jakarta. Sejak organisasi…