Warga bertakziah di rumah korban ledakan atau evaporator Pabrik Gula Pagottan, Saudi, 54, di Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Senin (31/7/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Warga bertakziah di rumah korban ledakan atau evaporator Pabrik Gula Pagottan, Saudi, 54, di Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Senin (31/7/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Senin, 31 Juli 2017 13:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Sepekan di RS, 1 Korban Ledakan Evaporator PG Pagottan Madiun Meninggal

Seorang korban ledakan evaporator di PG Pagottan Madiun meninggal dunia setelah dirawat di RS Malang.

Solopos.com, MADIUN — Saudi, 54, salah seorang korban ledakan mesin penguapan air gula atau evaporator di Pabrik Gula Pagottan Madiun meninggal dunia, Minggu (30/7/2017) sore. Saudi yang mengalami luka bakar hingga 98% itu meninggal dunia setelah dirawat di RS Lavalette Malang selama sepekan.

Pejabat Humas PTPN XI, Brilliant Johan Anugerah, mengatakan Saudi meninggal dunia setelah dirawat di RS Lavalette Malang. Jenazah Saudi telah dimakamkan di pemakaman umum di Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.

“Telah dimakamkan di Madiun. Teman-teman dari PG Pagottan mendampingi proses tersebut,” kata dia, Senin (31/7/2017).

Dia menyampaikan korban yang meninggal dunia akan mendapat santunan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain mendapat santunan, korban juga akan mendapatkan hak-hak lainnya sebagai karyawan.

Mengenai penyebab ledakan di PG pagottan, kata Brilliant, hingga saat kni pihak manajemen pusat dan PG Pagottan telah membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi internal dan belum diketahui hasilnya.

Untuk dua korban lainnya, yaitu Lutfi Zaki Jauhari, 40, warga Kecamatan Dagangan yang mengalami luka bakar mencapai 90% dan Heri Subiantoro, 37, warga Jatisari, yang mengalami luka bakar sekitar 30% masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sejak ledakan terjadi pada Jumat (21/7/2017) lalu, mesin penggilingan di PG Pagottan belum bisa digunakan karena masih proses perbaikan. Ia menambahkan saat ini mesin penggilingan masih proses perbaikan. Untuk sementara tebu di wilayah kerja PG Pagottan masih digilingkan di PG milik PTPN XI yaitu di PG Rejosari, PG Purwodadi, dan PG sudono.

Diberitakan sebelumnya, mesin evaporator di PG Pagottan yang berlokasi di Desa Pagottan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, meledak, Junat malam. Dalam peristiwa itu, tiga karyawan pabrik mengalami luka bakar setelah tersiram nira atau air gula panas yang ada di tangki evaporator.

Bank Panin, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Masa Depan Keroncong

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (27/7/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, peserta Program Doktor di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo yang sedang menyusun disertasi tentang estetika keroncong karya Gesang. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Festival musik…