ilustrasi monyet ilustrasi monyet
Senin, 31 Juli 2017 17:35 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

SATWA LIAR BOYOLALI
Teror Monyet Liar Meluas ke Kemusu

Satwa liar Boyolali, dari wilayah Karanggede, serangan monyet liar meluas ke Kemusu.

Solopos.com, BOYOLALI — Teror monyet liar yang beberapa waktu terakhir menghantui warga Kecamatan Karanggede kini meluas ke wilayah Kecamatan Kemusu, Boyolali.

Seorang nenek asal Dukuh Cekelan, Desa Kauman, Kemusu, Mbah Rusdi atau biasa disapa Mbah Bujel, 65, menjadi korban keganasan monyet liar saat mencari singkong di ladang, Senin (31/7/2017). (Baca juga:

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Senin, insiden serangan monyet liar itu terjadi siang hari sebelum pukul 12.00 WIB. Kejadian bermula ketika Mbah Rusdi sedang mencari singkong di sawah.

Tanpa disangka, tiba-tiba seekor monyet menyerang nenek-nenek itu dari belakang. Dengan beringas, binatang mamalia itu langsung menggigit paha bagian kiri Mbah Rusdi hingga robek.

Sambil meronta kesakitan, Mbah Rusdi mengusir monyet itu sekuat tenaga. Sejumlah warga yang melihat kejadian itu membantu Mbah Rusdi dan mengusir monyet.

Mbah Rusdi mengalami luka robek di paha kiri sekitar 7 sentimeter. Dia lalu dilarikan warga ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kasi Humas Polsek Kemusu, Aiptu Sutarmo, saat dihubungi Solopos.com, mengatakan sudah menerima laporan peristiwa itu. “Korban saat ini sudah mendapatkan perawatan di RS terdekat di wilayah Karanggede,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com.

Berdasarkan catatan Solopos.com, korban serangan monyet liar sudah mencapai sepuluh orang. Lokasi yang selama ini menjadi sasaran monyet adalah wilayah Karanggede di mana jumlah korbannya sudah mencapai sembilan warga.

Rata-rata korban adalah perempuan dan sebagain sudah lanjut usia. Di antara serangkaian kejadian, monyet menyerang pada pagi hingga siang hari di sekitar rumah korban atau ladang.

Ada yang bermula dari memgusir monyet yang mencoba menerkam ayam warga, namun malah balik melawan. Ada pula yang diserang secara tiba-tiba tanpa diketahui datangnya.

 

Kami Toko Cat Warna Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kegaduhan Urusan Beras

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (29/7/2011) dan Bisnis Indonesia edisi Jumat (28/7/2017), karya Arif Budisusilo, anggota Dewan Redaksi Harian Solopos. Solopos.com, SOLO–Ibarat panas setahun┬ádihapus hujan sehari. Ini pepatah yang pas untuk menggambarkan pengelolaan pangan hari ini, gara-gara kegaduhan…