Anggota Komisi VI, DPR RI, Roy Suryo [kanan] memetik cabai saat melakukan kunjungan masa reses ke petani cabai di Dusun Tanjung I, Desa Bleberan, Kecamatan Playen. Minggu (30/7/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi) Anggota Komisi VI, DPR RI, Roy Suryo [kanan] memetik cabai saat melakukan kunjungan masa reses ke petani cabai di Dusun Tanjung I, Desa Bleberan, Kecamatan Playen. Minggu (30/7/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi)
Senin, 31 Juli 2017 09:20 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Petani Keluhkan Turunnya Harga Cabai

Harga cabai sudah mengalami penurunan drastis

Solopos.com, GUNUNGKIDUL—Setelah mengalami kenaikan harga yang signifikan beberapa bulan lalu, kini harga cabai sudah mengalami penurunan drastis. Sejumlah petani pun kini mengeluh lantaran merugi seiring dengan turunnya harga cabai di pasaran.

Ketua Kelompok Wanita Tani, Sido Agung, Dusun Tanjung I, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Darmini mengatakan kelompoknya memiliki luas tanah 1.800 meter persegi yang ditanami cabai rawit dan keriting. Saat ini ribuan tanaman cabai sudah siap dipanen, namun dirinya mengeluh lantaran harga cabai anjlok. “Saat ini sudah memasuki masa panen, tapi malah harganya sudah anjlok,” katanya, Minggu (30/7/2017).

Sebelumnya harga cabai rawit merah dapat mencapi Rp50.000 per kilogram, namun saat ini harganya menurun 50% menjadi Rp25.000 per kilogram. Sementara itu cabai rawit campur dan cabai kriting merah harganya Rp12.000 per kilogram. Sedangkan untuk cabai hijau lebih murah lagi yakni Rp8.000 per kilogram.

Dengan harga cabai saat ini, dinilai sangat memberatkan bagi para petani. Pasalnya harga jual cabai tidak dapat menutup biaya tanam dan mengolah lahan.  “Termasuk merugi karena untuk membeli obat dan pupuk cukup mahal,” katanya.

Selain harga murah, untuk memasarkan cabai pun sangat sulit, karena tidak hanya kelompok taninya saja yang panen. Sejumlah kelompok tani lainnya juga banyak yang memanen cabai, hal itu membuat stok cabai di pasar banyak, hingga membuat sebagian pedagang tidak lagi mau membeli cabai dari petani.

Sementara Anggota Komisi VI, DPR RI, Roy Suryo saat melakukan kunjungan masa reses ke petani cabai di Dusun Tanjung I, mengatakan permasalahan turunnya harga cabai memang terjadi dalam skala nasional. Hal itu diketahuinya saat melakukan rapat kerja dengan Menteri Perdagangan belum lama ini.

Menurut dia, permasalahan yang ada karena beberapa waktu lalu beberapa komoditas mahal kemudian dibuka kran import. Sehingga harga sejumlah komuditas, termasuk cabai harganya menurun drastis.

PT TUGU BETON SEMESTA ABADI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Masa Depan Keroncong

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (27/7/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, peserta Program Doktor di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo yang sedang menyusun disertasi tentang estetika keroncong karya Gesang. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Festival musik…