Ilustrasi panan cabai (JIBI/Harianjogja/Dok.) Ilustrasi tanaman cabai (JIBI/Harianjogja/Dok.)
Senin, 31 Juli 2017 16:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PERTANIAN JATENG
Harga Cabai Fluktuatif, Petani Gagas Jual Online

Pertanian cabai di Jateng diganggu fluktuasi harga kebutuhan pokok masyarakat itu.

Solopos.com, SEMARANG — Sejumlah petani di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng) mengeluhkan fluktuasi harga cabai yang terjadi sejak bulan Ramadan 2017 lalu hingga saat ini. Sebagai solusi persoalan tersebut, digagas penjualan cabai  secara online melalui Internet.

“Mulai dari bulan puasa pekan kedua, harga cabai rawit di tingkat petani di level Rp10.000/kg, sedangkan merah keriting Rp4.000/kg,” papar pendamping petani cabai Kabupaten Magelang Tunov Mondro Atmodjo di Kota Semarang, Senin (31/7/2017).

Selanjutnya, pada awal bulan Juli cabai rawit mengalami kenaikan harga menjadi Rp30.000/kg dan merah keriting menjadi Rp16.000/kg. Pada pekan lalu, dikatakannya, harga cabai rawit turun menjadi Rp20.000-25.000/kg dan merah keriting menjadi Rp13.000-14.000/kg. “Dan tadi malam turun lagi untuk cabai rawit jadi Rp16.000/kg, sedangkan cabai merah keriting di harga Rp12.000/kg,” katanya.

Ia mengatakan fluktuasi harga komoditas kebutuhan pokok masyarakat tersebut tidak dapat diprediksi dari awal sehingga petani sering kesulitan menjual hasil panennya, seperti halnya yang terjadi tadi malam. “Padahal kalau dilihat dari hasil panennya dari sejak bulan Ramadan sangat stabil. Untuk di Magelang rata-rata panen 30 ton/hari,” katanya.

Ia mengatakan jika harga cabai merah keriting di bawah Rp15.000/kg maka petani akan mengalami kerugian karena harga jual hasil panen tersebut tidak sebanding dengan harga bibit dan ongkos pemeliharaan. “Tetapi kalau untuk cabai rawit merah selama hasil panen masih seperti ini dan harga di kisaran Rp15.000/kg-Rp17.000/kg maka sudah balik modal,” katanya.

Terkait hal itu, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk membantu kesulitan petani tersebut. “Saya sudah langsung berkomunikasi dengan gubernur, pada saat itu salah satu solusinya adalah petani menjual melalui online. Harapannya ke depan penjualan dengan sistem tersebut bisa segera terealisasi,” katanya.srem

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…