Kasatreskrim Polres Boyolali AKP Miftakul Huda menguatkan police line di lokasi penambangan galian C, Desa Bakulan, Kecamatan Cepogo, Senin (31/7/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos) Kasatreskrim Polres Boyolali AKP Miftakul Huda menguatkan police line di lokasi penambangan galian C, Desa Bakulan, Kecamatan Cepogo, Senin (31/7/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Senin, 31 Juli 2017 19:35 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PERTAMBANGAN BOYOLALI
Tak Berizin, Lokasi Galian C Cepogo Disegel

Pertambangan Boyolali, polisi menyegel lokasi penambangan galian C tak berizin di Cepogo.

Solopos.com, BOYOLALI — Aparat Polres Boyolali menghentikan dan menutup sebuah penambangan galian C di Desa Bakulan, Kecamatan Cepogo, Senin (31/7/2017).

Penutupan dilakukan karena pengelola penambangan itu diduga tidak memilki izin dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng). Saat datang ke lokasi sekitar pukul 09.30 WIB, polisi mendapati seorang operator mengoperasikan ekskavator dan sedang memindahkan material pasir dan batu ke bak truk.

Kasatreskrim AKP Miftakul Huda mewakili Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi mengatakan saat itu polisi langsung meminta pekerja menunjukkan surat izin penambangan, namun mereka tidak dapat menunjukkannya.

“Sekitar pukul 09.30 WIB kami datang ke sini dan ada yang sedang mengoperasikan ekskavator. Setelah kami tanya ternyata pengelolanya tidak berada di sini dan pekerja tidak dapat menunjukkan surat izin,” ujarnya di lokasi.

Karenanya, polisi langsung menyatakan lokasi tersebut ditutup. Petugas memasang police line di pintu masuk pertambangan tersebut beserta ekskavatornya.

Selanjutnya polisi menggiring ekskavator beserta truk pengangkut ke Mapolres. Dikemudikan operator dan sopir, kendaraan berat dan truk meninggalkan lokasi.

Huda menambahkan penutupan lokasi tersebut didahului laporan warga kepada polisi mengenai adanya aktivitas penggalian dengan mesin ekskavator dan truk yang keluar-masuk kampung membawa material.

Selanjutnya polisi menyelidiki untuk mendalami laporan aktivitas penambangan yang diduga tak berizin tersebut. “Ada laporan warga ihwal penambangan di sini lalu kami selidiki. Ternyata benar ada ekskavator yang menggali lahan. Hari ini kami tutup,” imbuhnya.

Sementara itu, dari pantauan Solopos.com, lokasi penambangan itu cukup luas. Lahan datar sudah dikeruk dan menyebabkan bekas galian yang dalam.

Beberapa saat kemudian, seorang pria yang mengaku utusan seseorang mendatangi lokasi. Dia sempat berbincang dengan polisi dan beberapa kali menelepon dan menerima panggilan telepon.

Saat ditanya siapa orang tersebut, Kasatreskrim mengaku tidak mengenalnya. “Saya tidak kenal, mungkin utusan pengelola. Biar suruh selesaikan [masalah izin] di kantor,” ujarnya.

 

Kami Toko Cat Warna Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Subsidi Ruang Publik bagi PKL

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (28/7/2017). Esai ini karya Murtanti J.R., dosen di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah mjanirahayu@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Pada pertengahan Juli lalu Pemerintah Kota Solo…