Aktivitas pedagang berjualan di kios Pasar Klewer Timur, Solo. (Ivanovich AldinoJIBI/Solopos) Aktivitas pedagang berjualan di kios Pasar Klewer Timur, Solo. (Ivanovich AldinoJIBI/Solopos)
Senin, 31 Juli 2017 20:35 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

Pasar Klewer Timur Solo Batal Dibiayai CSR BUMN

Pembangunan Pasar Klewer sisi timur akan ditanggung sepenuhnya oleh APBN melalui Kementerian Perdagangan.

Solopos.com, SOLO — Anggaran pembangunan Pasar Klewer Solo sisi timur batal menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dana pembangunan pasar tersebut akan ditanggung sepenuhnya oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag). Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo ketika dijumpai Solopos.com di Balai Kota, Senin (31/7/2017). (Baca juga: Pembangunan Pasar Klewer Timur akan Gunakan Dana CSR BUMN)

Subagiyo mengatakan sesuai hasil koordinasi Pemkot dengan Kemendag, pekan lalu, di Jakarta, anggaran pembangunan Pasar Klewer timur sepenuhnya dibiayai APBN melalui Kemendag. Kemendag mengalokasikan anggaran Rp48 miliar untuk membangun Pasar Klewer timur.

“Jadi tidak menggunakan dana CSR, melainkan murni APBN. Tinggal tunggu DIPA [daftar isian pelaksanaan anggaran],” katanya.

Sambil menunggu DIPA, Pemkot mempersiapkan kios darurat di Alun-alun Utara (Alut) Keraton Solo. Nantinya selama pembangunan pasar, pedagang akan menempati bangunan kios darurat.

Kini Pemkot terus menjalin komunikasi dengan pejabat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ihwal rencana perpanjangan sewa lahan Alut. “Komunikasi terakhir, Keraton mempersilakan,” kata Subagiyo.

Nantinya ada revisi kontrak sewa lahan Alut antara Pemkot dengan Keraton selaku pemilik lahan. Sebelumnya sesuai perjanjian masa sewa lahan Alut akan berakhir di tahun ini.

Pemkot pun telah menyiapkan anggaran Rp2 miliar dalam APBD 2017 untuk merestorasi kawasan Alut bekas digunakan sebagai pasar darurat pedagang Pasar Klewer barat. Namun, Subagiyo menjelaskan rencana restorasi Alut dibatalkan Pemkot dan akan dikerjakan tahun depan.

“Nanti tidak semua lahan Alut digunakan sebagai pasar darurat. Hanya memakai setengah lahan di sisi barat untuk pasar darurat,” katanya.

Ketua Satgas Panca Narendra Keraton Kasunanan Surakarta, K.G.P.H. Benowo, sebelumnya mengatakan hingga kini masih menunggu pembahasan rencana perpanjangan sewa lahan Alut dengan Pemkot. Belum ada pembicaraan lebih lanjut mengenai masalah itu.

Tentunya hal ini harus dibicarakan lebih lanjut dan detail bagaimana penetapan lokasinya, termasuk nilai sewanya. “Pada intinya, kami siap membantu Pemkot untuk menyediakan pasar sementara sehingga pedagang tetap bisa berjualan seperti biasa,” katanya.

 

CV.TIGA SELARAS BERSAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Masa Depan Keroncong

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (27/7/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, peserta Program Doktor di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo yang sedang menyusun disertasi tentang estetika keroncong karya Gesang. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Festival musik…