Ilustrasi kemacetan arus lalu lintas. (JIBI/Solopos/Antara) Ilustrasi kemacetan arus lalu lintas. (JIBI/Solopos/Antara)
Senin, 31 Juli 2017 23:22 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

LALU LINTAS JOGJA
Jalan Terban Ditata, Ini 2 Rencana yang Mungkin Terealisasi

Lalu lintas Jogja bakal ditata kembali

Solopos.com, JOGJA — Pemerintah Kota Jogja, melalui Dinas Perhubungan (Dishub), menyiapkan dua rencana manajemen lalu lintas di Jalan Terban sebagai kelanjutan penataan lalu lintas di sekitar bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Jogja Hary Purwanto mengungkapkan rencana pertama yang sedang dikaji pihaknya adalah mengubah Jalan Terban yang sebelumnya dua arah menjadi satu arah menuju ke barat.

Rencana kedua, lanjutnya, tetap mempertahankan sistem jalan dua arah, tapi menambah lajur untuk kendaraan yang mengarah ke barat jadi tiga lajur dan sekaligus mengurangi lajur yang menuju ke arah sebaliknya menjadi hanya satu. Saat ini masing-masing ruas jalan mempunyai dua lajur untuk kendaraan.

“Dari hasil surveI, kendaraan yang melintas dari timur ke barat soalnya jauh lebih banyak,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/7/2017).

Hary mengatakan masing-masing rencana akan memiliki dampaknya sendiri-sendiri. Jika rencana pertama yang diterapkan maka ada kemungkinan akan menambah kepadatan kendaran di Jalan Cik Di Tiro. Pasalnya kendaraan yang datang dari arah utara (Jalan Kaliurang) dan timur akan langsung menuju Jalan C Simanjuntak jika hendak menuju UGM.

Sedangkan untuk rencana kedua, imbuhnya, dampak yang dihasilkan adalah pengurangan trotoar. Ia mengatakan nantinya lajur kendaraan menuju arah barat akan ditambah masing-masing setengah meter, baik ke kiri maupun ke kanan

Hary menambahkan dampak lain yang mungkin juga timbul ketika lajur kendaraan ke arah barat ditambah adalah tersendatnya pergerakan kendaraan dari arah barat menuju timur. Namun ia menyatakan tidak akan terjadi kemacetan, hanya penurunan kecepatan saja.

“Semua masih dihitung. Jangan sampai menimbulkan masalah lain. Kalau penambahan lajur memang akan mengurangi trotoar, tapi fasilitas untuk pejalan kaki tetap akan kami sediakan. Itu yang masih kami kaji dan itu perlu waktu,” tambahnya.

NASMOCO SOLOBARU, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Subsidi Ruang Publik bagi PKL

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (28/7/2017). Esai ini karya Murtanti J.R., dosen di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah mjanirahayu@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Pada pertengahan Juli lalu Pemerintah Kota Solo…