Sendi, difabel asal Sukoharjo yang berdagang peralatan kebersihan di Kota Semarang, Jateng. (Facebook.com-Fitta O Little) Sendi, difabel asal Sukoharjo yang berdagang peralatan kebersihan di Kota Semarang, Jateng. (Facebook.com-Fitta O Little)
Senin, 31 Juli 2017 15:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KISAH INSPIRATIF
Difabel di Semarang Ini Tak Menyerah Cari Rezeki demi Anak Istri

Kisah inspiratif ditorehkan seorang difabel di Kota Semarang yang tak pernah mencari uang demi menyambung hidup.

Solopos.com, SEMARANG – Seorang pria difabel bernama Sendi, warga Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng) menorehkan kisah inspiratif yang ramai dibicarakan warganet. Meskipun kondisi fisiknya tak sempurna, Sendi rela berdagang peralatan kebersihan dengan berkeliling di beberapa kawasan Kota Semarang, Jateng.

Kisah inspiratif yang lantas ramai dibicarakan warganet itu kali pertama dipaparkan pengguna akun Facebook Fitta O Little di dinding grup Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar), Jumat (28/7/2017). Pengguna akun Facebook Fitta O Little mengaku bertemu Sendi di kawasan Jl. dr. Wahidin, Candisari, Kota Semarang.

Ia memaparkan Sendi mengalami cacat pada kakinya karena kecelakaan lalu lintas sehingga membuatnya tak lancar berjalan. Selain itu, berdasarkan keterangan pengguna akun Facebook tersebut, Sendi rela bekerja keras berdagang peralatan kebersihan demi menghidupi anak dan istrinya.

“Mas ini [Sendi] sudah punya istri dan anak yang masih TK, istrinya ga kerja karena harus njagain anak, jadi otomatis penghasilan utamanya dari hasil jualan sapu. Saya salut sama masnya, usianya masih muda loh, tapi dengan semangat dan tekad, masnya ga malu jualan sapu, katanya yang penting halal mbak bisa buat ngasi makan anak istri,” ungkap pengguna akun Facebook Fitta O Little.

Ucapan doa lantas ramai dipanjatkan warganet untuk Sendi si pedagang alat kebersihan. Mereka juga menganggap kisah Sendi itu dapat dijadikan inspirasi untuk tetap semangat dalam menjalani hidup. “Semoga dilancarkan rezekinya. Amin,” tulis pengguna akun Facebook Nophan Disini.

“Semoga laris dagangannya. Pulang bisa memberikan tawa untuk anak istri. Amin,” tulis pengguna akun Facebook Denny Fahmi Idris.

Awak e dewe sing sempurno awake, ojo kokean sambat. Mugi laris pak, barokah [Kita yang fisiknya sempurna jangan terlalu banyak mengeluh. Semoga laris pak, berkah],” ungkap pengguna akun Facebook Edy Soepriyanto.

Warganet juga ramai menyarankan kepada siapa saja untuk membeli dagangan Sendi jika bertemu. Bahkan kebanyakan dari mereka menyatakan bersedia membeli dagangan Sendi tanpa menawar.

Kisah inspirasi itu pun berhasil menyita perhatian warganet di grup Facebook MIK Semar. Setelah enam jam disematkan, kisah inspiratif tersebut berhasil meraih lebih dari 200 komentar dan lebih dari 1.800 likes. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kami Toko Cat Warna Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Masa Depan Keroncong

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (27/7/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, peserta Program Doktor di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo yang sedang menyusun disertasi tentang estetika keroncong karya Gesang. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Festival musik…