Angelina Jolie dan Srey Moch (Theguardian.com) Angelina Jolie dan Srey Moch (Theguardian.com)
Senin, 31 Juli 2017 04:00 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Issue Share :

Jadi Sutradara, Cara Angelina Jolie Cari Bintang Film Dianggap Sadis

Cara Angelina Jolie sebagai sutradara untuk mencari bintang film dianggap sadis.

Solopos.com, SOLO – Film terbaru Angelina Jolie, First They Killed My Father: A Daughter of Cambodia Remembers, diterpa kabar tak sedap. Proses casting yang dilakukan tim produksi mendapat kritikan dari berbagai kalangan. Kebanyakan dari mereka menilai proses casting yang dilakukan untuk mencari pemain utama anak-anak dianggap sangat sadis.

Dilansir The Guardian, Sabtu (29/7/2017), guna mendapatkan pemain terbaik, Angie selaku sutradara bersama tim produksi melakukan casting sampai ke panti asuhan. Saat itu, mereka melakukan permainan sederhana untuk melihat kemampuan anak tersebut.

“Mereka (casting director) sengaja mendatangi panti asuhan dan sekolah kumuh di Kamboja untuk mencari anak-anak yang memiliki masa lalu kelam. Saat itu, mereka menaruh uang di meja dan meminta si anak memikirkan sesuatu yang mereka butuhkan dengan uang tersebut. Tapi, tiba-tiba mereka merampas uang itu dan berpura-pura menangkap si anak. Setelah itu si anak pasti akan berbohong,” terang Angie.

Setelah mengetes beberapa anak, akhirnya tim produksi memilih Srey Moch. Mereka menilai kisah hidup Srey sangat menyedihkan. “Srey Moch adalah satu-satunya anak yang menatap uang itu dalam waktu lama. Saat terpaksa mengembalikan ia terlihat sangat sedih. Ia lalu menceritakan kisah kelamnya di masa lalu. Srey bilang kakeknya sudah meninggal, sementara keluarganya tak punya cukup uang untuk membayar biaya pemakaman,” sambung Jolie.

Tim produksi mengklaim cara itu sangat ampuh untuk melihat kesedihan seseorang. Sayangnya, tindakan itu mendapat komenter negatif. Masyarakat menilai permainan psikologis semacam itu tak pantas diterapkan kepada anak-anak.

Film First They Killed My Father bercerita tentang pembantaian yang dilakukan partai komunis Khmer Merah pada 1975-1979 di Kamboja. Pembantaian itu menewaskan sekitar dua juta penduduk. Salah satu korbannya yakni orang keluarga teman Angie, Loung Ung. Film yang disutradarai langsung oleh Angie ini telah tayang di Netflix sejak Februari 2017.

 

lowongan kerja
lowongan kerja CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Masa Depan Keroncong

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (27/7/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, peserta Program Doktor di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo yang sedang menyusun disertasi tentang estetika keroncong karya Gesang. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Festival musik…