Foto ilustrasi: Jika ingin menunda momongan, sebaiknya dibicarakan bersama pasangan. (huffingtonpost.co.uk) Jika ingin menunda momongan, sebaiknya dibicarakan bersama pasangan. (huffingtonpost.co.uk)
Senin, 31 Juli 2017 01:00 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Relation Share :

Ingin Tunda Momongan? Bicarakan dengan Pasangan

Sebelum memutuskan menunda momongan sebaiknya dibicarakan dengan pasangan.

Solopos.com, SOLO — Karena alasan tertentu, ada pasangan suami istri menunda momongan. Bagaimanakah menyikapi hal ini? Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS) yang juga pakar seksologi dan konsultan perkawinan asal Solo, dr. Istar Yuliadi SpK(K) mengungkapkan ketika pasangan suami istri akan menunda hadirnya momongan, hal itu harus menjadi kesepakatan kedua belah pihak.

“Jika niatan menunda momongan hanya keinginan salah satu pihak dan tidak dikomunikasikan dengan pasangan, akan menjadi masalah di kemudian hari. Ketidakhadiran anak itu salah satu pemicu timbulnya konflik keluarga,” jelasnya kepada Solopos.com, di Solo belum lama ini.

Senada, salah satu anggota Pusat Studi Kesehatan Seksual, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS Solo, dr. Andri Putranto mengungkapkan menunda momongan harus disepakati oleh pasangan suami istri. Hal itu sebaiknya dikomunikasikan kepada keluarga besar agar tidak menimbulkan fitnah.

“Keputusan menunda momongan biasanya karena faktor ekonomi, karier atau pun keinginan menikmati masa berdua terlebih dahulu,” jelasnya.

Andri menerangkan secara medis ada dua metode yang bisa dilakukan untuk menunda datangnya momongan, yaitu secara alamiah dan buatan. Metode alamiah bisa dilakukan dengan sistem kalender yaitu tidak melakukan hubungan suami istri ketika istri pada masa subur.

Metode alamiah lainnya yaitu tetap melakukan hubungan seksual seperti biasa, tapi pada saat sperma mau keluar, pihak suami mengeluarkannya di luar. “Posisi hubungan seksual dengan perempuan di atas juga kemungkinannya untuk hamil lebih kecil dari pada posisi laki-laki di atas,” ujarnya.

Sementara metode menunda datangnya momongan yang tidak alami, terangnya, bisa dilakukan dengan memakai alat kontrasepsi, mengenakan kondom atau alat lainnya yang intinya menghambat bertemunya sperma dengan sel telur. Alat kontrasepsi jenisnya juga beragam seperti pil, suntik, susuk, intra uterine device (IUD).

“Dokter atau bidan hanya bertugas memberikan konselling . Jika ingin pakai yang sedikit efek sampingnya, IUD bisa jadi pilihan,” katanya.

Sementara itu, dokter kandungan Rumah Sakit Panti Rapih, Jogja, dr. Sri Widayanto, mengatakan pasutri yang berniat menunda memiliki anak akan mempunyai problem terkait kehamilan istri. Apalagi pasutri itu sudah cukup berumur. Wanita yang semakin tua maka peluang kehamilannya pun semakin kecil.

“Jangan buang waktu untuk memiliki anak apabila sudah menikah. Apabila ada masalah lebih cepat diketahui sehingga bisa segera dicari solusinya,” kata dia.

NASMOCO SOLOBARU, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Masa Depan Keroncong

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (27/7/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, peserta Program Doktor di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo yang sedang menyusun disertasi tentang estetika keroncong karya Gesang. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Festival musik…