Bupati Sragen Yuni Sukowati (dua dari kanan) dan Kepala Dinas PUPR Sragen Marija (kiri) melihat kondisi wiremesh jalan Tanon-Bendo, Desa Bendo, Mondokan, Sragen, Senin (31/7/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Bupati Sragen Yuni Sukowati (dua dari kanan) dan Kepala Dinas PUPR Sragen Marija (kiri) melihat kondisi wiremesh jalan Tanon-Bendo, Desa Bendo, Mondokan, Sragen, Senin (31/7/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Senin, 31 Juli 2017 22:35 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

INFRASTRUKTUR SRAGEN
Sidak Proyek DAK, Bupati Puji Pengerjaan Jalan Tanon-Bendo

Bupati Sragen menginspeksi sejumlah proyek yang didanai DAK pemerintah  pusat.

Solopos.com, SRAGEN — Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen menginspeksi mendadak (sidak) empat paket proyek jalan yang dibiayai dana alokasi khusus (DAK) 2017, Senin (31/7/2017).

Dalam sidak tersebut, Yuni memuji pengerjaan perbaikan jalan Tanon-Bendo yang dinilainya luar biasa. Perbaikan tersebut diklaim bisa bertahan lima tahun.

Sidak yang dilakukan Bupati untuk memastikan empat paket proyek perbaikan jalan itu benar-benar bisa mencapai target sesuai peraturan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar sisa DAK senilai Rp15,37 miliar tidak hangus.

Penyerapan DAK tersebut ditargetkan minimal bisa mencapai 75% dari Rp6,59 miliar (30%) atau Rp4,94 miliar. Sesuai dengan perubahan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 50/2017, penyerapan Rp4,94 miliar atau 22,5% dari total DAK senilai Rp21,96 miliar itu harus terpenuhi per 31 Agustus 2017.

Salah satu proyek yang ditinjau adalah perbaikan jalan Tanon-Bendo sepanjang 2,28 km yang dikerjakan PT Satriyo Pinunggul Jaya Sragen dengan pagu anggaran Rp4,76 miliar. Bupati didampingi Kepala Dinas PUPR Sragen Marija dan Kabid Bina Marga DPUPR Sragen Subagiyono melihat kondisi fisik yang sudah selesai dicor beton bertulang dan melihat kondisi wiremesh.

Kedatangan orang nomor wahid di Bumi Sukowati itu disambut Direktur PT Satriyo Pingunggul Jaya Sragen, Heri Kistoyo, Senin pagi. Yuni meminta penjelasan tentang wiremesh berlabel standar nasional Indonesia (SNI) karena wiremesh itulah yang sering kali menjadi polemik pada proyek infrastruktur di Sragen.

“Saya ingin melihat sendiri secara langsung kondisi ruas jalan yang dibiayai DAK. Janji saya kepada masyarakat per 31 Agustus 2017 DAK harus terserap sesuai ketentuan Kemenkeu. Lewat sidak ini saya ingin memastikan penyerapan DAK itu. Hingga akhir Juli ini serapan DAK sudah mencapai 15% dari total DAK Rp21,96 miliar,” ujar Yuni saat ditemui wartawan di sela-sela sidak.

Yuni meminta komitmen kontraktor dan Dinas PUPR agar benar-benar melaksanakan dan mengawasi proyek DAK secara teliti dan menyampaikan progress report ke Bupati setiap pekan sekali. Laporan perkembangan proyek yang diminta Bupati tidak sekadar proyek infrastruktur yang dibiayai DAK tetapi seluruh proyek infrastruktur yang juga dibiayai APBD Kabupaten Sragen dan APBD Provinsi Jateng.

Saat sidak, Bupati mengagendakan melihat kondisi empat proyek jalan dengan anggaran DAK. Keempat proyek itu meliputi jalan Tanon-Bendo, jalan Made Jatisumo (Rp5,76 miliar), jalan Jatitengah-Cengklik (Rp4,29 miliar), dan jalan Bangunrejo-Bontit (Rp3,12 miliar). Dari keempat proyek itu, Bupati hanya mendatangi jalan Tanon-Bendo dan jalan Made-Jatisumo karena waktu terbatas. Jalan Made-Jatisumo juga digarap PT Satriyo Pinunggul Jaya.

“Saya melihat wiremesh juga yang jadi persoalan, sulit, dan sebagainya. Ternyata memang sudah terlihat dan kualitasnya [wiremesh] luar biasa karena bisa menggaransi bertahan sampai lima tahun ke depan. Saya kukuh meningkatkan kualitas infrastruktur dan wiremesh jadi persyaratan mutlak yang harus dipenuhi,” tambahnya.

Sebenarnya masih ada satu paket jalan yang juga dibiayai DAK, yakni jalan Kroyo-Mlokolegi. Paket jalan senilai Rp4,03 miliar itu terpaksa dilelang ulang karena selama proses lelang tidak memenuhi persyaratan administrasi.

“Pemenuhan target dari Kemenkeu cukup dengan mendorong realisasi empat paket jalan yang sudah jalan on the track. Saya yakin target per 31 Agustus bisa tercapai hanya dengan mengandalkan empat paket itu,” tuturnya.

Kepala Dinas PUPR Sragen, Marija, menambahkan total proyek infrastruktur pada 2017 ini ada 47 paket jalan dan jembatan. Dia menyatakan proses lelangnya tinggal enam paket.

“Saya berani memastikan semua proyek infrastruktur itu bisa selesai 100% maksimal akhir November. Untuk proyek peningkatan jalan lingkar selatan sudah dimulai pada pekan depan karena sudah ada penandatanganan kontrak,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…