Pemasangan tiang pancang proyek pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok di Kota Semarang, Jateng, Sabtu (15/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) Pemasangan tiang pancang proyek pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok di Kota Semarang, Jateng, Sabtu (15/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Senin, 31 Juli 2017 21:00 WIB Hadijah Alaydrus/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

Dana Haji untuk Infrastruktur Lebih Baik daripada Utang Luar Negeri

Investasi dana haji untuk pembangunan infrastruktur dinilai lebih baik daripada jika pemerintah mengambil utang luar negeri.

Solopos.com, JAKARTA — Kemenko Perekonomian mengakui pemerintah belum memiliki kajian investasi dana haji untuk pembangunan infrastruktur di Tanah Air, kendati wacana tersebut telah lama bergulir. Bila dana itu jadi diinvestasikan ke infrastruktur, hal itu dinilai sangat aman.

Asisten Deputi Perumahan Pertanahan dan Pembiayaan Infrastruktur Kemenko Perekonomian, Bastary Panji Indra, mengatakan pihaknya belum memiliki kajian ataupun blue print terkait instrumen investasi dana haji. Oleh karena itu, dia mendukung adanya kajian mengenai instrumen investasi dana haji untuk proyek infrastruktur.

“Yang harus dipertanyakan bagaimana memanfaatkannya agar aman, optimal dan lain-lain. Nah, instrumen itu yang harus dibangun,” kata Bastary, Senin (31/7/2017).

Bahkan, dia mengaku pihaknya belum tahu jenis proyek apa yang akan disasar oleh dana haji. Investasi itu bisa diterapkan pada proyek yang sudah ada (brownfield) atau proyek yang baru mulai dibangun (greenfield).

Kendati belum memiliki kajian instrumen yang akan dikembangkan, dia menegaskan investasi dana haji di bidang infrastruktur–terutama infrastruktur pemerintah–terbilang sangat aman. Pasalnya, investasi itu dijamin oleh pemerintah. “Dijamin oleh pemerintah menurut saya aman sekali,” tegasnya di sela-sela Suramadu Investment Gathering di BKPM.

Selain itu, dia melihat pemanfaatan investasi dengan dana haji lebih baik dibandingkan negara mengambil utang luar negeri.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…