Salah satu grup musik tampil dalam acara Festival Band Kulonprogo di Taman Wana Winulang, Pengasih, Kulonprogo, Minggu (30/7/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja) Salah satu grup musik tampil dalam acara Festival Band Kulonprogo di Taman Wana Winulang, Pengasih, Kulonprogo, Minggu (30/7/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Senin, 31 Juli 2017 05:21 WIB Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Anak Muda Diajak Promosikan Wisata Kulonprogo

Dinas Pariwisata DIY menyelenggarakan Festival Band Kulonprogo di Taman Wana Winulang, Pengasih, Kulonprogo

Solopos.com, KULONPROGO-Dinas Pariwisata DIY menyelenggarakan Festival Band Kulonprogo di Taman Wana Winulang, Pengasih, Kulonprogo, Minggu (30/7/2017). Kegiatan itu diharapkan meningkatkan partisipasi generasi muda dalam mengembangan potensi sektor pariwisata di Kulonprogo.

Festival Band Kulonprogo diikuti sejumlah grup musik dari berbagai komunitas di Kulonprogo yang sebelumnya telah melalui proses seleksi. Acara itu juga dimeriahkan penampilan Karnamereka sebagai bintang tamu. Karnamereka merupakan sebuah band beraliran pop punk yang berasal dari Wates, Kulonprogo.

“Kami ingin mewadahi kegiatan komunitas. Mereka pasti rutin latihan dan selayaknya dibuatkan panggung untuk menunjukkan kemampuannya,” kata Suherman selaku panitia.

Suherman mengungkapkan, panitia juga menggelar Apresiasi Seni Pelajar Kulonprogo di Taman Stadion Cangkring, Kulonprogo, Sabtu (29/7/2017) kemarin. Ratusan pelajar berkumpul untuk menyaksikan penampilan seni, seperti teater, seni tari, musik, serta pameran foto. Mereka diberikan ruang untuk berekspresi.

Kepala Seksi Obyek Daerah Tujuan Wisata (ODTW) Dinas Pariwisata DIY, Wardoyo mengatakan pelestarian budaya dan pengembangan sektor pariwisata memiliki keterkaitan yang kuat. Budaya hendaknya dapat dilestarikan sekaligus dikembangkan oleh tangan-tangan kreatif sehingga menjadi kekuatan potensial bagi sektor pariwisata.

Apresiasi Seni Pelajar dan Festival Band Kulonprogo merupakan upaya merangkul generasi muda untuk lebih aktif dalam upaya pelestarian budaya dan promosi wisata lokal.

“Festival itu memberikan mereka ruang untuk berekspresi. Itu juga ajang promosi destinasi wisata sehingga diharapkan memacu pertumbuhan perekonomian, khususnya di bidang kepariwisataan,” kata Wardoyo.

Penyelenggaraan kedua kegiatan itu dilaksanakan bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY. Jika memungkinkan, acara serupa diharapkan bisa kembali dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, potensi masyarakat di bidang seni dan budaya memang sudah sepantasnya mendapatkan apresiasi dari pemerintah.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta mengatakan, pemerintah selalu berupaya menyediakan wadah berekspresi bagi pelaku seni budaya. Hal itu juga bertujuan mempromosikan potensi daerah. Dia berharap masyarakat lebih tergugah untuk ikut menjaga dan mengembangkan potensi yang ada sehingga mendukung pengembangan sektor pariwisata.

Lowongan Pekerjaan
CITRA JAYA SEWING MACHINE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…