Foto ilustrasi: Sebelum ibu memutuskan berhenti bekerja sebaiknya pertimbangkan masak-masak. (huffingtonpost.co.uk) Foto ilustrasi: Sebelum ibu memutuskan berhenti bekerja sebaiknya pertimbangkan masak-masak. (huffingtonpost.co.uk)
Minggu, 30 Juli 2017 00:30 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Relation Share :

TIPS PARENTING
Pilih Berhenti Bekerja atau Mempekerjakan Pengasuh Anak?

Tips parenting kali ini membahas cara mengatasi masalah suami istri sama-sama sibuk bekerja.

Solopos.com, SOLO — Tidak sedikit pasangan suami istri sama-sama bekerja, padahal mereka telah dikaruniai anak. Untuk mengatasi masalah ini,  ada banyak alternatif solusi misalnya mempekerjakan pengasuh anak untuk mengurus anak, menitipkan anak di tempat penitipan anak atau  istri berhenti bekerja.

Namun sebelum memutuskan resign, ada banyak hal perlu dipertimbangkan. Psikolog yang juga Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Slamet Riyadi, Solo, Agustinus Roedy Koesdyantho, menyarankan harus ada kesepakatan berdua antara suami dan istri, tentang langkah apa yang harus diambil ketika sudah punya anak dan si istri bekerja di luar rumah.

Kemungkinan pertama, ungkapnya, istri berhenti bekerja agar bisa mengasuh anak sendiri. Namun keputusan itu harus dipertimbangkan masak-masak. Misalnya melihat bagaimana dampaknya terhadap ekonomi keluarga jika istri tidak bekerja.

Jika ekonomi keluarga justru dirasa akan terganggu, perlu dicari alternatif solusi lain. Kalaupun setelah dihitung kemungkinan ekonomi keluarga tidak akan terganggu karena penghasilan suami sudah besar, suami perlu mempertimbangkan kondisi psikologis istri.

“Terkadang seorang wanita bekerja itu bukan karena ingin mencari uang. Tapi ingin aktualisasi diri, ingin memiliki komunitas yang sepadan. Hal itu harus dipertimbangkan suami. Namun jika si istri dengan kerelaan hati mau berhenti bekerja, hal itu tidak akan menjadi masalah. Intinya keputusan itu harus menjadi kesepakatan berdua, bukan salah satu pihak,” terangnya, belum lama ini.

Jika istri tetap harus bekerja, entah karena ingin membantu ekonomi keluarga atau ingin memiliki wadah aktualisasi diri, kata Roedy, suami harus menghargai sikap istri. Karena anak masih kecil, solusi berikutnya yakni mencarikan pengasuh pengganti bagi anak, selama ditinggal orang tuanya bekerja.

Cara mendapatkan pengasuh anak itu, bisa dengan menghubungi pihak penyalur pengasuh anak yang terpercaya atau mencari tetangga atau saudara yang dirasa mampu menggantikan peran mengasuh anak.

Roedy berpesan agar pengasuh anak yang dipilih adalah mereka yang bisa dipercaya dan berpengalaman mengasuh anak. Hal itu untuk meminimalisasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya kasus penculikan anak, penganiayaan dan sebagainya. Solusi lainnya, imbuh Roedy, yakni menitipkan anak di tempat penitipan anak yang bisa dipercaya.

lowongan kerja
lowongan kerja Graha Printama Selaras (GPS), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Memahami Perppu Ormas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (26/7/2017). Esai ini karya M. Dian Nafi’, pengasuh pesantren khusus mahasiswa Al-Mu’ayyad di Windan, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo dan aktif di komunitas perdamaian lintas iman dan lintas golongan. Alamat e-mail penulis adalah mdn4fi@yahoo.com. Solopos.com,…